DPR Desak Pemulihan Korban Pemerkosaan di Sampang

6 hours ago 6
DPR Desak Pemulihan Korban Pemerkosaan di Sampang Ilustrasi pemerkosaan di Sampang, Jawa Timur(Magnific)

ANGGOTA DPR RI Amelia Anggraini mendesak agar ada jaminan pemulihan bagi korban pemerkosaan di Sampang, Jawa Timur, yang melibatkan puluhan pelaku.

Amelia menegaskan bahwa fokus negara tidak boleh hanya pada pengejaran pelaku, tetapi juga memastikan masa depan korban. Menurutnya, pemulihan yang komprehensif mencakup aspek psikologis, medis, hukum, sosial, hingga keberlanjutan pendidikan.

" Negara tidak boleh hanya hadir ketika kasus telah viral. Negara harus hadir sejak pencegahan sampai korban benar-benar pulih," ujar Amelia di Jakarta, Sabtu (18/7).

Selain pemulihan, Amelia meminta pihak kepolisian profesional dalam menuntaskan perkara ini. Ia mendesak seluruh tersangka yang masih buron segera ditangkap. Terkait pelaku yang masih di bawah umur, ia menekankan agar proses hukum tetap berjalan sesuai dengan sistem peradilan pidana anak.

Amelia juga memberikan catatan khusus mengenai penanganan bukti digital dan perlindungan privasi korban:

  • Keamanan Digital: Meminta penyidik mengamankan dan memeriksa jejak komunikasi digital secara menyeluruh.
  • Privasi Korban: Mengimbau publik dan media massa untuk tidak membuka identitas korban guna menghindari trauma tambahan.
  • Praduga Tak Bersalah: Meminta semua pihak menghindari kesimpulan dini sebelum ada pembuktian resmi dari penyidik.

Berdasarkan keterangan Kapolres Sampang AKBP Hartono, upaya pemulihan trauma bagi korban pemerkosaan di Sampang, mulai dilakukan oleh Polda Jawa Timur bersama Dinas Sosial Provinsi Jatim. Korban dilaporkan mengalami trauma berat akibat kejadian tersebut.

"Tim dari kedua institusi ini sudah mendatangi rumah korban, bahkan yang bersangkutan sudah dua kali menjalani pemeriksaan psikiater sebagai bagian dari upaya pemulihan trauma," jelas AKBP Hartono pada Selasa (14/7). (Ant/H-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |