REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi dalam kunjungan dan wawancara khusus di kantor Republika akhir bulan lalu mengungkapkan bahwa perpecahan umat Islam dan pengkotak-kotakan mazhab adalah hasil karya Zionis Israel agar Muslim tidak bersatu. Jika umat Islam bersatu melawan musuh yang sama, maka tidak akan mungkin Muslim kalah.
"Allah kita sama, Alquran kita sama, Rasulullah kita sama, kiblat kita sama dan musuh yang kita hadapi adalah musuh yang sama," kata Boroujerdi di kantor Republika, Kamis (30/4/2026)
Boroujerdi mengungkapkan, sesuai dengan ajaran Islam diperintahkan agar berpegangteguh semuanya kepada tali agama Allah dan janganlah bercerai berai. Persatuan adalah kuncinya, maka tidak akan mungkin umat Islam menghadapi kekalahan jika bersatu.
Menurutnya, Zionis Israel sebagai musuh bersama, sadar bahwa persatuan umat Islam adalah ancaman yang bisa mengalahkannya. Maka yang dilakukan Zionis adalah melakukan pemisahan dan pengkotak-kotakan mazhab Islam, bahkan Zionis menyebarluaskan perbedaan dan pertikaian di antara warisan Islam seperti mazhab-mazhab.
Boroujerdi menambahkan bahwa ketika Zionis Israel menyerang Palestina, mereka menyampaikan hanya menyerang Hamas. Ketika menyerang Lebanon, mereka mengatakan hanya menyerang Hizbullah. Ketika menyerang Yaman, Zionis menyampaikan hanya menyerang Houthi. Ketika menyerang Iran, Israel mengatakan hanya menargetkan pemerintah Iran.
"Rezim Zionis Israel ketika menembakan rudal tentu rudalnya tidak akan pilih-pilih mana syiah dan Ahlussunnah wal Jamaah (sunni), apakah ini masjid syiah atau Ahlussunnah wal Jamaah, bahkan non Muslim pun jadi korban dalam perang ini," ujar Boroujerdi.
Boroujerdi menegaskan bahwa gereja dan tempat ritual keagamaan kaum Yahudi di Iran juga dijadikan target serangan oleh Zionis Israel. Zionis menargetkan semuanya untuk diserang.
Zionis Israel menyerang sunni di Gaza. Zionis juga menyerang syiah di Lebanon dan menyerang syiah serta sunni di Iran. "Ini menunjukan bahwa musuh kita sama, yang sedang kita hadapi sama," ujar Boroujerdi menegaskan.
Boroujerdi menyampaikan, Rasulullah SAW ketika berperang untuk membela agama Islam, tidak pilih-pilih mengajak sahabat atau ahlul bait. Semuanya diajak memerangi musuh yang sama.
"Sekarang perang yang dihadapi sekarang adalah perang bersama, bukan hanya perang terhadap negara kami, dan di hari kiamat pasti akan ditanyakan, pada saat terjadi perang zionis melawan Iran, anda berdiri di pihak mana? Kita harus bisa menjawab hal ini," kata Boroujerdi.

1 hour ago
2

















































