Jamaah haji naik pesawat menuju ke Tanah Suci (Ilustrasi).

Oleh: Laporan Jurnalis Republika Fernan Rahadi dari Madinah
REPUBLIKA.CO.ID,JEDDAH — Kedatangan jamaah haji gelombang pertama ke Madinah, Arab Saudi, akan segera berakhir Kamis (7/5/2026) dini hari waktu setempat. Adapun untuk gelombang kedua, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengimbau jamaah untuk mengenakan kain ihram sejak dari embarkasi di Tanah Air.
Hal ini dilakukan demi kelancaran ibadah mengingat efisiensi waktu saat mendarat di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah.
Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara, Abdul Basir, mengatakan jamaah gelombang kedua ini berbeda dengan gelombang pertama yang mendarat di Madinah. Menurut dia, jamaah yang turun di Jeddah harus sudah dalam kondisi siap untuk melaksanakan umrah wajib setibanya di Tanah Suci.
"Perbedaannya kalau di Bandara Jeddah nanti kan jamaah haji sudah diminta berihram sejak dari embarkasi. Mereka turun dari pesawat itu sudah kondisi berihram. Nanti teman-teman dari pembimbing ibadah akan mengingatkan kembali kepada jamaah untuk berniat dan mengecek kembali syarat sahnya,"ujar Abdul Basir saat ditemui di Bandara Amir Mohammad bin Abdulaziz, Madinah.
Petugas Pembimbing Ibadah (Bimbad) Daker Bandara, Anis Dyah, menjelaskan alasan teknis di balik imbauan ini. Menurut dia, pesawat yang terbang dari Indonesia menuju Jeddah akan melewati titik miqat di Yalamlam dengan kecepatan tinggi.
"Kenapa diimbau pakai dari Indonesia? Karena Jeddah ini satu arah dengan Yalamlam. Kalau jemaah harus berniat dan memakai ihram di atas pesawat tepat saat di Yalamlam, itu ada masyaqqah (kesulitan). Kecepatan pesawat luar biasa, khawatir terlewat," jelas Anis diwawancarai di Bandara AMMA Madinah, Selasa (5/5/2026).

3 hours ago
2

















































