Bintang pop Dua Lipa mengungkapkan pergeseran dalam proses kreatifnya. Jika dulu menulis lagu dari rasa sakit, kini ia menemukan inspirasi dari cinta.(Instagram)
PENYANYI pop ternama Dua Lipa membagikan pandangan mendalam mengenai evolusi proses kreatifnya dalam menulis lagu. Pelantun tembang-tembang hits internasional tersebut mengungkapkan bahwa jika dahulu ia sangat bergantung pada rasa sakit dan patah hati sebagai bahan bakar utama karya musiknya, kini ia merasa lebih terinspirasi oleh perasaan cinta dan kebahagiaan.
Dalam sebuah wawancara terbaru, penyanyi berdarah Albania-Inggris ini mengenang bagaimana di awal kariernya ia sering kali memanfaatkan momen-momen emosional ketika hatinya hancur untuk melahirkan lagu-lagu yang emosional dan relevan bagi pendengarnya.
Dua Lipa menjelaskan penulisan lagu di masa lalu berfungsi sebagai sarana terapi diri untuk memproses kesedihan serta kekecewaan akibat hubungan asmara yang gagal. Namun, seiring dengan pendewasaan diri dan perjalanan hidup yang dilaluinya, sudut pandang sang musisi terhadap sumber inspirasi seni mulai mengalami pergeseran yang signifikan.
Ia merasa bahwa kedamaian pikiran, rasa cinta yang sehat, dan kebahagiaan dalam hubungan pribadi justru membuka ruang kreativitas baru yang tidak kalah kuat dibanding rasa sakit. Menurutnya, menulis lagu dari tempat yang bahagia memberikan energi yang lebih positif serta dinamika baru dalam eksperimen bermusiknya.
Evolusi emosional ini juga tecermin dalam eksplorasi musik dan lirik pada karya-karya terbarunya. Lagu-lagu yang dihasilkannya kini tidak hanya merayakan ketangguhan diri setelah patah hati, tetapi juga mengekspresikan keberanian untuk kembali membuka hati dan menikmati kebahagiaan bersama orang tercinta.
Perubahan perspektif ini membuktikan transformasi Dua Lipa dari seorang musisi yang memproses luka menjadi sosok seniman yang merayakan kedewasaan dan cinta. Ia berharap karya-karya musiknya dapat terus memberikan inspirasi positif serta kekuatan emosional bagi para penggemarnya di seluruh dunia. (People/Z-2)













































