Jakarta, CNN Indonesia --
Mantan pejabat sekaligus pensiunan kolonel Angkatan Darat Amerika Serikat Lawrence Wilkerson mengingatkan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bisa nekat gunakan bom nuklir ke Iran.
Pernyataan Wilkerson tersebut disampaikan saat wawancara dengan media AS Democracy Now terkait perang AS dan Israel dengan Iran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Kepala Staf Menteri Luar Negeri Colin Powell ini menyebut Netanyahu tak akan segan memakai senjata nuklir jika ia mulai frustrasi tak mampu menumbangkan Iran.
Terlebih, apabila Iran malah semakin kuat melawan Israel dengan beragam stok rudal yang digunakan negara itu untuk membombardir Israel.
"Ini adalah perang jangka panjang. (Presiden AS Donald) Trump sangat salah menafsirkannya. Satu-satunya orang yang tepat menginterpretasikannya adalah Bibi Netanyahu," kata Wilkenson di akun Youtube Democracy Now.
"Saya pikir dia (Netanyahu) siap menggunakan senjata nuklir jika situasinya memburuk seperti yang terlihat sekarang, karena Iran bahkan belum menembakkan rudal-rudal yang paling canggih," tuturnya lagi.
Israel sendiri diklaim memiliki senjata nuklir, namun Tel Aviv menolak berkomentar terkait dugaan kepemilikan bom nuklir.
Wilkenson mengatakan AS dan Israel juga telah melakukan "kejahatan perang" yang sembrono terhadap Iran.
"Kita telah mengebom sipil tanpa henti. Kita mengebom sekolah dan kita mengebom rumah sakit," kata Wilkenson.
Ia kemudian mengatakan media-media besar Barat seolah mengecilkan skala kehancuran di Israel akibat serangan Iran dan seberapa sukses Teheran dalam bertahan.
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) sebelumnya bersumpah akan menggencarkan serangan untuk meratakan Israel dengan rudal-rudal berhulu ledak besar.
Komandan IRGC IRGC Hossein Majid mengatakan Iran tidak akan lagi menggunakan rudal dengan hulu peledak kurang dari satu ton.
Iran akan memakai semua stok rudalnya yang memiliki hulu ledak minimal satu ton untuk melancarkan gempuran masif ke Israel,
Majid mengatakan rudal-rudal tersebut akan diarahkan ke Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat yang tersebar di Timur Tengah, dikutip dari Middle East Monitor.
IRGC juga mengatakan sempat meluncurkan sejumlah rudal balistik 'kelas berat' berjenis hipersonik dengan daya ledak tinggi ke target-target di Israel. Rudal-rudal tersebut antara lain Ghadr, Emad, dan Fattah, bahkan termasuk rudal Kheibar dalam serangan ke-34 "Operation True Promise 4," dikutip dari Irib News.
(bac)

4 hours ago
1













































