Jakarta, CNN Indonesia --
Kapten tim Thomas Indonesia, Fajar Alfian, menyatakan permohonan maaf setelah kegagalan di ajang beregu putra dua tahunan di Horsens, Denmark.
Indonesia yang hanya butuh kemenangan dalam dua partai untuk lolos ke perempat final, justru kalah 1-4. Tak ada cerita gembira di Denmark, yang tersisa hanya derita yang tak bisa dihapus.
Nama besar Indonesia di arena badminton dunia runtuh seketika. Fajar memahami harapan besar pecinta bulu tangkis di dalam negeri yang langsung ambruk lantaran untuk kali pertama tidak bisa melangkah dari fase grup.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya atas nama tim Thomas Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas kekalahan kami tadi malam. Kami sudah berusaha memberikan yang terbaik, tetapi tim Prancis juga tampil sangat baik," kata Fajar dikutip dari rilis resmi PBSI.
Pemain spesialis ganda putra itu menyatakan penampilan Indonesia masih bisa ditingkatkan dan berharap bisa mengubur cerita pahit dengan prestasi di masa yang akan datang.
"Kami mengerti performa kami belum maksimal dan ini menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk menatap ke depan. Terima kasih untuk semua dukungan yang telah diberikan. Kami bertekad akan kembali lebih kuat," ucap Fajar.
Kekalahan dari Prancis membuat Indonesia hanya menempati peringkat ketiga di Grup D. Skuad Garuda yang berada di bawah Thailand dan Prancis pun tersingkir dan gagal lolos ke perempat final Thomas Cup 2026.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, juga menyampaikan permohonan maaf dan mengakui keunggulan lawan.
"Atas nama PBSI, saya memohon maaf karena belum bisa memberikan hasil yang terbaik untuk Thomas Cup kali ini. Harus kami akui Prancis tampil lebih baik dari kita hari ini," ujar Eng Hian.
(nva/sry)
Add
as a preferred source on Google

3 hours ago
2

















































