Filipina, AS, dan Jepang Latihan Militer di Dekat Laut China Selatan

13 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Militer Filipina, Amerika Serikat, dan Jepang menggelar latihan bersama di atas Selat Bashi yang memisahkan Filipina dari Taiwan pekan ini.

Pesawat dari ketiga negara melakukan patroli di tas Kepulauan Batanes, wilayah paling utara Filipina. Dalam latihan tersebut juga dilakukan uji tembak oleh fregat rudal terpandu BRP Antonio Luna. 

Militer Filipina mengatakan kapal-kapal angkatan laut itu berada di sebelah barat gugusan Kepulauan Batanes saat latihan. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"(Latihan menunjukkan) kemampuan untuk beroperasi secara terpadu dalam lingkungan maritim yang kompleks," demikian pernyataan militer Filipina, seperti dikutip AFP. 

"Operasi dilaksanakan di wilayah udara, di atas teritori Filipina dan laut teritorialnya di utara Luzon," lanjut pernyataan tersebut. 

Kepala urusan publik militer Filipina, Kolonel Xerxes Trinidad, mengatakan ini adalah pertama kalinya operasi Kegiatan Kerja Sama Maritim Multilateral (MMCA) dilakukan di wilayah operasi itu.

Militer menjelaskan wilayah itu mencakup hingga ujung utara Luzon, terutama Pulau Mavulis, yang menjadi lokasi penempatan kecil angkatan laut dan marinir Filipina.

Pada Jumat, juru bicara Komando Teater Selatan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), Zhai Shichen mengecam keras latihan itu.

"Filipina melibatkan sejumlah negara di luar kawasan untuk mengadakan apa yang disebut patroli bersama, sehingga mengganggu perdamaian dan stabilitas kawasan," kata Zhai.

Ia menambahkan China juga telah melakukan patroli rutin di Laut China Selatan pada 23 hingga 26 Februari.

Sebelumnya, pada Agustus lalu, Presiden Filipina Ferdinand Marcos mengatakan Filipina bisa terseret secara terpaksa ke dalam perang terkait Taiwan.

"Saya berharap itu tidak terjadi... Tetapi jika terjadi, kita harus sudah bersiap," ujarnya, merujuk pada banyaknya warga Filipina yang bekerja di Taiwan.

Latihan ini menjadi pertama kalinya kegiatan MMCA diperluas ke luar Laut China Selatan. Selama ini, Filipina dan China sering terlibat ketegangan di wilayah itu karena sengketa wilayah.

Jarak antara Filipina dan Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri hanya sekitar 100 kilometer. China menganggap Taiwan bagian dari wilayahnya.

Pada November lalu, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi membuat hubungannya dengan Beijing memanas setelah mengatakan Tokyo bisa ikut campur secara militer jika Taiwan diserang.

Beijing kemudian membatasi ekspor dan memperingatkan warganya untuk berhati-hati bepergian ke Jepang.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Jepang juga mengatakan Tokyo berencana menempatkan rudal darat-ke-udara di salah satu pulau terpencil di wilayah barat dekat Taiwan pada awal 2031.

(blq/dna)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |