REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Freeport Indonesia (PTFI) menargetkan produksi emas mencapai 1,4 juta ons atau sekitar 43 ton serta produksi tembaga sebesar 1,6 miliar pon pada 2028. Target tersebut dipatok seiring pulihnya kapasitas produksi tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) hingga 100 persen setelah terdampak longsor pada 2025.
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan peningkatan produksi akan didukung oleh kenaikan volume penambangan bijih.
"Tahun 2028 terjadi peningkatan juga, jadi 1,6 miliar pon tembaga dan 1,4 juta ons emas atau 43 ton emas," kata Tony dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Selasa.
Tony menjelaskan, rata-rata penambangan bijih pada 2028 ditargetkan mencapai 208 ribu ton per hari, meningkat dibandingkan target 2027 yang sebesar 170 ribu ton per hari. Sementara pada 2029, kapasitas penambangan diproyeksikan kembali ke level normal sebesar 226 ribu ton bijih per hari.
"Tahun 2029 sudah mencapai 226 ribu ton per hari. Itu adalah tahap level normal atau 100 persen dari produksi kami," ujarnya.
Menurut Tony, peningkatan produksi tersebut merupakan bagian dari proses pemulihan pasca-longsor yang terjadi di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC), Mimika, Papua Tengah, pada 8 September 2025. Insiden tersebut sempat menekan kapasitas produksi tambang secara signifikan.
Pada semester I 2026, kapasitas produksi GBC diperkirakan masih berada di kisaran 50 persen dari kondisi normal. Memasuki semester II 2026, kapasitas produksi ditargetkan meningkat menjadi 65 persen.
Selanjutnya, pada semester I 2027 kapasitas produksi diproyeksikan mencapai 75 persen, sebelum pulih sepenuhnya menjadi 100 persen pada semester II 2027.
sumber : Antara

1 week ago
32












































