Gila! Di Era Trump, Amerika Ngutang Rp110 Triliun Setiap Hari

1 day ago 3

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia

12 March 2026 19:50

Jakarta, CNBC Indonesia - Utang pemerintah Amerika Serikat (AS) tercatat meningkat lebih cepat pada awal pemerintahan Donald Trump periode kedua dibandingkan pada fase awal masa jabatan pertamanya.

Hal ini terlihat dari data yang dipublikasikan melalui FiscalData.treasury.gov, situs web resmi Pemerintah AS yang dikelola oleh U.S. Treasury. Salah satu indikator yang digunakan adalah Debt to the Penny, yakni catatan harian yang menunjukkan total utang pemerintah federal AS.

Secara umum, data ini terdiri dari dua komponen utama, yakni debt held by the public dan intragovernmental holdings.

Debt held by the public merupakan utang yang dipegang oleh pihak di luar pemerintah federal, seperti investor dan lembaga keuangan.

Sementara itu, intragovernmental holdings adalah utang pemerintah kepada lembaga atau akun milik pemerintah sendiri. Gabungan dari keduanya membentuk total utang pemerintah AS.

Kenaikan utang dihitung dengan membandingkan total utang pada dua waktu. Untuk melihat perkembangan sejak awal masa jabatan Trump periode kedua, posisi utang pada Desember 2024 digunakan sebagai titik awal, lalu dibandingkan dengan posisi pada 10 Maret 2026.

Berdasarkan data tersebut, total utang pemerintah AS pada akhir Desember 2024 tercatat sebesar US$36,2 triliun. Angka ini kemudian naik menjadi sekitar US$38,9 triliun pada 10 Maret 2026.

Dengan demikian, dalam 14 bulan pertama pemerintahan Donald Trump pada periode keduanya sebagai presiden, utang pemerintah AS bertambah sekitar US$2,7 triliun. Jika dikonversikan dengan asumsi kurs Rp16.890 per US$1, nilainya setara dengan sekitar Rp45.603 triliun. Jika dihitung per hari maka Trump menarik utang sebanyak Rp 1101,5 triliun sehari dalam 414 hari sejak dilantik pada 20 Januari 2025 hingga 10 Maret 2026.

Secara persentase, kenaikan tersebut mencapai sekitar 7,45% dibandingkan posisi sebelum Trump kembali menjabat.

Adapun, total utang pemerintah AS tersebut tersebar dalam sejumlah instrumen, di antaranya sebagai berikut.

  • Treasury Bills
  • Treasury Notes
  • Treasury Bonds
  • Treasury Inflation-Protected Securities (TIPS)
  • Floating Rate Notes (FRNs)
  • Federal Financing Bank securities
  • U.S. Savings Securities
  • Government Account Series (GAS)
  • Domestic Series
  • Foreign Series
  • State and Local Government Series (SLGS)

Bagaimana pada Periode Pertama Trump?

Donald Trump pertama kali naik menjadi presiden Amerika Serikat pada Januari 2017. Pada awal masa pemerintahannya, terjadi kenaikan utang juga meski nilainya lebih kecil dibandingkan periode keduanya saat ini.

Posisi utang pemerintah AS pada Desember 2016, atau tepat sebelum Trump mulai menjabat pada periode pertamanya, tercatat sebesar US$19.976 miliar. Pada Maret 2018, nilainya naik menjadi US$21.089 miliar.

Dengan demikian, dalam 14 bulan pertama pemerintahan Trump periode pertama, utang pemerintah AS bertambah US$1,11 triliun atau setara dengan Rp . Secara persentase, kenaikannya mencapai 5,57%.

Sebagai perbandingan, kenaikan utang pada 14 bulan awal Trump periode kedua jauh lebih besar. Selisih tambahan utangnya mencapai sekitar US$1,58 triliun, yang menunjukkan bahwa laju akumulasi utang kini berlangsung lebih cepat dibandingkan pada awal masa jabatan pertamanya.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(evw/evw)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |