Gila! Harga Batu Bara Melonjak 17%, Tembus Rekor Tertinggi 14 Bulan

5 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara melonjak ke level tertinggi sejak November 2024 di tengah memanasnya perang.

Kontrak batu bara April pada perdagangan Selasa (3/3/2026) ditutup di posisi US$ 138 per ton atau melesat 7,3%, harga ini adalah yang tertinggi sejak 26 November 2024 atau lebih 1 tahun 2 bulan atau 14 bulan.

Kenaikan ini juga memperpanjang tren positif batu bara dengan melesat 17,2% dalam dua hari terakhir.

Lonjakan ini terjadi setelah Iran menutup Selat Hormuz. Sekitar 22% atau hampir seperempat pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz. Sekitar 20% perdagangan global gas alam cair (LNG) juga melewati Selat Hormuz.

Penutupan membuat harga minyak melesat 5% pada perdagangan Selasa sementara harga gas melesat 23% dalam sehari.

Lonjakan ini memicu kekhawatiran pasokan gas global dan mendorong utilitas melakukan fuel switching dari gas ke batu bara.


Negara-negara Asia yang sangat bergantung pada LNG Timur Tengah seperti Pakistan, India, dan Bangladesh diperkirakan akan meningkatkan konsumsi batu bara dalam jangka pendek.

Di India, harga batu bara termal asal Afrika Selatan di pelabuhan India melonjak tajam secara mingguan. Harga batu bara melonjak karena biaya angkut yang naik di tengah ketegangan geopolitik.

Meski demikian, pembeli masih menahan diri dan belum sepenuhnya menerima lonjakan harga tersebut, walau ketersediaan kargo relatif terbatas.

Sementara itu dari China, pasar batu bara kokas di Tiongkok pada awal Maret 2026 cenderung melemah, dengan tekanan dari pasokan yang meningkat dan permintaan yang berhati-hati dari pabrik-pabrik baja.

Ekspektasi penurunan harga, terutama untuk kokas, juga kuat mengingat kondisi margin pabrik dan rencana maintenance sebelum pertemuan tahunan pemerintah China Two Sessions.

CNBC INDONESIA RESEARCH
[email protected]

(mae/mae)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |