Hadapi Ketidakpastian Ekonomi, Masyarakat Diminta Perkuat Ketahanan Finansial

3 hours ago 3
Hadapi Ketidakpastian Ekonomi, Masyarakat Diminta Perkuat Ketahanan Finansial Risk Awareness Series 2026 yang digelar Prudential Indonesia di Jakarta.(Dok.Prudential Indonesia)

KETIDAKPASTIAN ekonomi global dinilai tidak menutup peluang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Masyarakat dan pelaku usaha tetap memiliki ruang untuk berkembang dengan memperkuat perencanaan keuangan, mengelola risiko, dan menjaga investasi dalam perspektif jangka panjang.

Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Chatib Basri mengatakan ketidakpastian telah menjadi bagian dari dinamika ekonomi yang perlu diantisipasi. Kondisi geopolitik, volatilitas harga komoditas, pelemahan permintaan, serta tekanan terhadap nilai tukar dan pasar keuangan menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan.

Hal itu disampaikan Chatib dalam Risk Awareness Series 2026 yang digelar Prudential Indonesia di Jakarta, pada 22 Juli 2026. Menurut dia, fundamental ekonomi Indonesia masih relatif kuat sehingga peluang pertumbuhan tetap terbuka.

“Ketidakpastian akan selalu menjadi bagian dari dinamika ekonomi. Yang membedakan adalah bagaimana kita mempersiapkan diri menghadapinya. Selama fundamental ekonomi tetap terjaga dan kepercayaan pasar terus membaik, peluang untuk bertumbuh tetap terbuka. Situasinya memang tidak mudah, tetapi opportunity-nya ada,” ujar Chatib.

Ekonomi Indonesia tercatat tumbuh 5,61% pada kuartal I 2026. Sejumlah lembaga internasional juga masih memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 5% dalam beberapa tahun mendatang.

Di sektor investasi, President Director Schroders Indonesia Michael T. Tjoajadi mengatakan volatilitas pasar merupakan bagian dari siklus ekonomi. Karena itu, ketidakpastian tidak seharusnya menjadi alasan untuk menghentikan perencanaan investasi.

Menurut Michael, investor perlu menyusun portofolio yang terdiversifikasi dan mengevaluasinya secara berkala sesuai perubahan kondisi pasar, profil risiko, serta tujuan keuangan.

Diversifikasi dinilai dapat mengurangi dampak gejolak pasar terhadap keseluruhan portofolio sekaligus menjaga peluang pertumbuhan aset dalam jangka panjang. Investor juga disarankan tetap berfokus pada fundamental dan tidak mengambil keputusan berdasarkan perubahan pasar dalam jangka pendek.

PENGELOLAAN RISIKO
Chief Financial Officer Prudential Indonesia Adit Trivedi mengatakan pengelolaan risiko menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan finansial individu dan keluarga.

“Di tengah dinamika ekonomi saat ini, kemampuan memahami dan mengelola risiko menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan jangka panjang,” kata Adit.

Menurut dia, keputusan finansial yang baik perlu didasarkan pada pemahaman risiko dan keseimbangan antara pertumbuhan aset dengan perlindungan. Strategi tersebut diperlukan agar individu dan keluarga lebih siap menghadapi perubahan ekonomi maupun risiko yang tidak terduga.

“Bagi kami, keputusan yang baik lahir dari pemahaman risiko yang lebih baik dan mengombinasikan pertumbuhan aset dengan perlindungan yang tepat untuk mendukung individu dan keluarga dalam mengambil keputusan finansial yang lebih baik serta lebih siap menghadapi berbagai perubahan di masa depan,” ujarnya.

Sejumlah langkah dinilai dapat dilakukan masyarakat untuk memperkuat ketahanan finansial. Pertama, mempertahankan fokus pada tujuan keuangan jangka panjang dan tidak menjadikan gejolak pasar jangka pendek sebagai dasar utama dalam mengambil keputusan.

Kedua, membangun portofolio keuangan yang seimbang melalui tabungan, investasi jangka panjang, dan diversifikasi aset. Portofolio perlu dievaluasi secara berkala agar tetap sesuai dengan profil risiko dan tujuan masing-masing.

Ketiga, melengkapi perencanaan keuangan dengan perlindungan kesehatan dan jiwa. Perlindungan tersebut diperlukan agar risiko kesehatan atau kejadian tidak terduga tidak mengganggu rencana keuangan keluarga.

Kebutuhan perlindungan dinilai semakin penting seiring meningkatnya biaya kesehatan dan bertambahnya harapan hidup masyarakat. Perencanaan keuangan tidak lagi hanya berorientasi pada akumulasi aset, tetapi juga kemampuan mempertahankan kualitas hidup ketika menghadapi risiko.

PERAN INDUSTRI ASURANSI
Dalam konteks itu, industri asuransi dinilai memiliki peran dalam memperkuat perlindungan finansial masyarakat. Perlindungan yang memadai dapat membantu keluarga menjaga keberlangsungan rencana keuangan ketika menghadapi risiko kehidupan.

Prudential Indonesia menyatakan terus memperkuat upaya membangun ketahanan finansial masyarakat melalui perlindungan jiwa dan kesehatan, inovasi layanan, literasi keuangan, serta tata kelola dan manajemen risiko.

Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui Risk Awareness Series 2026 yang mempertemukan ekonom, regulator, dan praktisi industri. Forum tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai risiko dan literasi keuangan agar dapat mengambil keputusan finansial secara lebih terukur di tengah ketidakpastian ekonomi. (E-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |