Jakarta, CNBC Indonesia — Investor asing tercatat melakukan aksi jual besar-besaran di pasar saham Asia seiring lonjakan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah yang mengguncang prospek ekonomi kawasan. Arus keluar dana ini menjadi yang terbesar sejak krisis keuangan global Krisis Keuangan Global 2008.
Data LSEG yang dikutip Reuters menunjukkan investor asing telah melepas saham senilai bersih US$50,45 miliar di sejumlah pasar utama Asia sepanjang Maret, termasuk Korea Selatan, Taiwan, Thailand, India, Indonesia, Vietnam, dan Filipina. Nilai tersebut menjadi aksi jual bulanan terbesar di bursa-bursa tersebut setidaknya sejak 2008.
Tekanan jual terbesar terjadi di Taiwan dengan arus keluar mencapai US$25 miliar sepanjang Maret, yang juga menjadi level tertinggi dalam sedikitnya 18 tahun. Sementara itu, investor global turut menarik dana sebesar US$13,5 miliar dari Korea Selatan dan US$10,17 miliar dari pasar saham India.
Mengutip Investing.com, Jumat (27/3/2026) pasar saham Asia sepanjang bulan ini tertekan akibat gangguan pasokan energi terburuk dalam sejarah pasar minyak yang berdampak luas ke kawasan sebagai importir utama energi dari Timur Tengah. Lonjakan harga minyak serta volatilitas tinggi telah mengaburkan prospek pertumbuhan ekonomi dan memicu kekhawatiran stagflasi di berbagai negara Asia.
Ekspektasi kenaikan suku bunga lebih awal di tengah lonjakan harga energi turut memaksa investor menyesuaikan ulang proyeksi terhadap kinerja ekonomi dan pasar saham. Kondisi ini memperburuk sentimen terhadap aset berisiko di kawasan tersebut.
Para analis memperingatkan bahwa kenaikan biaya bahan bakar dan input akibat konflik berkepanjangan dapat memaksa sejumlah perusahaan teknologi menunda ekspansi. Padahal, saham teknologi dan tren kecerdasan buatan sebelumnya menjadi pendorong utama kinerja pasar saham Asia pada tahun lalu.
Di awal konflik, indeks Kospi di Korea Selatan bahkan sempat anjlok hingga 12% dalam satu hari. Hal ini mencatatkan penurunan harian terburuk dalam sejarah.
Pada saat yang sama, arus keluar dana asing dari pasar negara berkembang Asia berlangsung pada laju tercepat dalam empat tahun terakhir akibat kekhawatiran terhadap dampak guncangan minyak terhadap pertumbuhan dan kebijakan moneter.
(mkh/mkh)
Addsource on Google

14 hours ago
2
















































