Harga Minyak Dunia Turun di Tengah Harapan Damai AS-Iran

4 hours ago 4

Kilang minyak milik Pertamina di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Harga minyak dunia turun di bawah 100 dolar AS per barel pada Senin (25/5/2026), sementara pasar saham menguat di tengah harapan bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin dekat menuju kesepakatan damai. Kontrak berjangka minyak mentah Brent, yang menjadi patokan global, turun 6 persen menjadi 97,43 dolar AS per barel.

Dilansir Guardian, angka tersebut merupakan level terendah dalam dua pekan terakhir di tengah harapan tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri perang hampir tiga bulan antara AS-Israel dan Iran.

Namun demikian, meski kerangka kesepakatan telah dinegosiasikan, AS dan Iran masih berselisih terkait sejumlah isu utama seperti blokade Iran di Selat Hormuz.

Juru bicara pemerintah Iran memperingatkan bahwa kesepakatan tersebut “belum akan terjadi dalam waktu dekat”. Penutupan de facto Selat Hormuz sebelumnya mendorong lonjakan harga energi setelah AS dan Israel melancarkan serangan rudal ke Teheran pada 28 Februari.

Kepala strategi komoditas ING Warren Patterson kepada Reuters mengatakan, pasar kemungkinan masih berhati-hati merespons perkembangan negosiasi tersebut.

“Kita pernah berada pada tahap seperti ini sebelumnya, namun perundingan akhirnya gagal. Karena itu, pasar kemungkinan akan lebih berhati-hati untuk bereaksi berlebihan,” ujar Patterson.

Bahkan jika Selat Hormuz kembali dibuka, para analis menilai normalisasi arus minyak akan membutuhkan waktu berbulan-bulan, sementara infrastruktur energi yang rusak di Qatar dan wilayah lainnya masih harus diperbaiki.

Pekan lalu, Barclays mempertahankan proyeksi rata-rata harga minyak Brent tahun ini di level 100 dolar AS per barel. Namun, bank tersebut menilai masih terdapat risiko harga bergerak lebih tinggi.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |