Harga Muntahan Paus Lebih Mahal dari Emas, Bikin Orang Mendadak Tajir

8 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Ada satu benda langka dari laut yang nilainya bisa lebih mahal dibanding emas. Benda tersebut adalah ambergris atau yang lebih dikenal sebagai muntahan paus.

Muntahan paus mengacu pada zat lilin yang dihasilkan oleh jenis paus langka yang disebut paus sperma dan telah dihargai selama berabad-abad. Meski terdengar menjijikkan, zat alami ini diburu industri parfum dunia karena harganya yang fantastis.

Melansir Times of India, Rabu (6/5/2026), nilainya bahkan bisa mencapai US$40 ribu per kilogram atau sekitar Rp658 juta (asumsi kurs Rp16.450/US$). Para ilmuwan menjelaskan zat tersebut terbentuk di dalam usus paus ketika hewan itu memakan benda yang sulit dicerna seperti paruh cumi-cumi.

Seiring waktu, material tersebut berubah menjadi zat lilin bernama ambergris yang membantu paus mengeluarkan benda asing dari tubuhnya. Setelah keluar, ambergris akan mengapung di lautan dan terkadang terdampar di pantai.

Karena sangat langka, ambergris dijuluki floating gold atau emas terapung. Ambergris telah digunakan selama ratusan tahun, terutama dalam industri parfum mewah. Sejumlah merek parfum premium disebut sangat menghargai ambergris karena kemampuannya membuat aroma parfum bertahan lebih lama di kulit.

Zat ini bekerja sebagai natural fixative atau pengikat alami aroma parfum. Sehingga nilainya sangat mahal bahkan dalam jumlah gram kecil.

Secara fisik, ambergris memiliki bentuk mirip lilin dengan tekstur lembut dan berminyak ketika baru keluar dari tubuh paus. Namun setelah lama mengapung di laut dan terkena sinar matahari, air asin, serta udara, teksturnya berubah menjadi keras seperti batu.

Warna ambergris pun beragam, mulai dari putih, abu-abu, hitam, cokelat, hingga campuran semuanya. Bau ambergris sering digambarkan unik, perpaduan aroma musky, manis, tanah basah, hingga sedikit aroma laut.

Para ahli menyebut jenis ambergris berwarna putih dan abu-abu menjadi yang paling mahal karena memiliki aroma lembut dan manis yang sangat dicari industri parfum. Meski bernilai fantastis, perdagangan ambergris dilarang di sejumlah negara. India misalnya, melarang penjualan dan perdagangan ambergris berdasarkan Wildlife Protection Act 1972 karena paus sperma masuk kategori spesies terancam punah.

Paus sperma sendiri ditetapkan sebagai hewan terancam punah sejak 1970 akibat perburuan dan ancaman lingkungan. Namun, beberapa negara seperti Inggris, Selandia Baru, Prancis, Swiss, dan Maladewa masih memperbolehkan perdagangan ambergris.

Meski begitu, sejumlah ahli menilai perdagangan zat ini tetap berpotensi mendorong eksploitasi mamalia laut dan sebaiknya dilarang secara global.

(hsy/hsy)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |