Harta Karun Triliunan Milik AS Dirampok, Ini Pelakunya

5 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Kasus penyelundupan chip Nvidia terbesar terungkap di Amerika Serikat (AS). Kejahatan ini juga melibatkan produsen server Supermicro.

Departemen Kehakiman mengumumkan mendakwa tiga tersangka. Salah satu orang adalah warga negara China dari Hong Kong bernama Stanley Yi Zheng dan dua orang berasal dari AS bernama Matthew Kelly dan Tommy Shad.

Ketiganya berkomplot melakukan penyelundupan chip yang dikontrol ekspor ke China pada Mei 2023. Ini dilakukan dengan menggunakan perusahaan perantara dari Thailand, dikutip PC Mag, Jumat (27/3/2026).

PC Mag menuliskan ketiganya mencoba untuk menyelundupkan chip yang dikontrol ekspor ke China. Pengiriman dilakukan dengan menggunakan perusahaan perantara dari Thailand.

Dalam laporan Departemen Kehakiman (DOJ), tidak ada nama Nvidia atau Supermicro. Baru pada pengaduan pidana setebal 41 halaman disebutkan penyelundupan ratusan chip Nvidia A100 dan H100, selain itu juga ada tangkapan layar pesan yang juga menyebut GPU milik perusahaan.

Pengaduan pidana DOJ mengatakan ketiga tersangka mencoba melakukan pembelian GPU Nvidia dari perusahaan perangkat keras dan layanan komputer yang berada di San Jose.

Selain itu dilaporkan Zheng melakukan pemesanan pembelian untuk 232 unit server model bernama SYS-821GE-TNHR berjumlah hampir US$62 juta. Produk ini disebut sebagai produk Supermicro yang mendukung GPU Nvidia H100 dan H200.

Nvidia dan Supermicro tidak segera menanggapi permintaan komentar. Namun pengaduan pengadilan bahwa pejabat federal telah menghubungi kedua perusahaan sebelumnya.

Karyawan dari Nvidia dan Supermicro dilaporkan telah menyadari ada yang tidak beres dari permintaan pesanan, yang dibatalkan pada awal 2024. Para tersangka kembali melakukan pemesanan kedua pada April 2024 yang juga tidak berhasil.

(pgr/pgr)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |