Hujan Ringan Berpeluang Turun di 17 Daerah di Jawa Tengah hingga Senin (17/8) Dini Hari

4 hours ago 5
Hujan Ringan Berpeluang Turun di 17 Daerah di Jawa Tengah hingga Senin (17/8) Dini Hari Ilustrasi(MI/Akhmad Safuan)

SEBAGIAN daerah terutama di kawasan pegunungan dan dataran tinggi di Jawa Tengah berpeluang diguyur hujan ringan tidak merata  hingga Senin (17/8) dini hari, suhu terasa lebih hangat dibanding sebelumnya. 

Hujan ringan tidak merata berpeluang turun di 17 daerah di Jawa Tengah pass Minggu (16/8) malam hingga Senin (17/8) dini hari, kawasan pegunungan dan dataran tinggi yang sebelumnya terasa dingin menggigil (Berdinding) karena musim kemarau yang masih berlangsung, menjadi lebih hangat. 

"Angin bertiup dari arah timur laut ke barat daya dengan kecepatan 3-20 kilometer per jam, suhu udara betkisar 14-30 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar75-95 persen, " kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Winda Ratri Minggu (16/8) petang. 

Daerah di Jawa Tengah berpeluang turun hujan ringan, ungkap Winda Ratri, yakni Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Pati, Jepara, Demak, Temanggung, Kendal Batang, Pemalang, Brebes, Magelang, Salatiga, Semarang, Pekalongan, Tegal dan Ambarawa, sedangkan daerah lainnya berawan. 

Sementara itu di perairan utara Jawa Tengah ketinggian gelombang 1,25-2,5 meter berlangsung di sejumlah kawasan yakni Karimunjawa bagian timur dan barat, Jepara serta Pati-Rembang, demikian di perairan selatan gelombang tinggi 1,25-2,5 meter juga berlangsung di sepanjang daerah Cilacap hingga Purworejo.

"Ketinggian gelombang tersebut berisiko terhadap aktivitas pelayaran terutama kapal nelayan dan tongkang saat kecepatan angin di atas 15 knot, " ujar Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Wahyu Sri Mulyani.

Sedangkan air laut pasang (rob) di perairan utara Jawa Tengah, menurut Wahyu Sri Mulyani, kembali berpeluang terjadi pada, Senin (17/8) pukul 07.00-11.00 WIB dengan ketinggian maksimum 0,8 meter, fenomena ini mengakibatkan banjir di kawasan pesisir di sejumlah daerah di pantura sulit untuk menurun. 

Banjir akibat air laut pasang tersebut, lanjut Wahyu Sri Mulyani, berdampak terganggunya aktivitas warga seperti transportasi, bongkar muat barang di pelabuhan, budidaya perikanan darat dan petani garam di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah mulai Brebes hingga Rembang. (H-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |