Indonesia Berpeluang Jadi Liquidity Hub Aset Kripto Regional

4 hours ago 6
Indonesia Berpeluang Jadi Liquidity Hub Aset Kripto Regional (MI)

INDONESIA dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya sebagai liquidity hub aset kripto di kawasan Asia Tenggara. Potensi ini didorong oleh tingginya minat pasar domestik serta meningkatnya ketertarikan proyek-proyek blockchain global terhadap ekosistem digital di tanah air.

Vice President of Business Development Indodax, James Eugene, mengungkapkan bahwa aktivitas pasar domestik yang masif menjadi modal awal yang kuat bagi Indonesia untuk mengambil peran lebih besar di tingkat regional. Hal tersebut disampaikannya dalam panel diskusi pada gelaran Indonesia Blockchain Week (IDBW) 2026.

"Proyek global melihat Indonesia sebagai pasar dengan potensi besar dan likuiditas yang kuat. Namun, likuiditas itu kompleks karena melibatkan banyak aktor. Diperlukan sinergi untuk mengembangkan produk dan ekosistem bersama," ujar James dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/8).

Menyeimbangkan Inovasi dan Regulasi

Meski peluang terbuka lebar, James menekankan bahwa inovasi tidak bisa berjalan tanpa memperhatikan aspek kepatuhan. Sebagai bursa aset kripto (exchange), posisi perusahaan ialah mencari titik keseimbangan atau sweet spot antara kebutuhan pasar, inovasi, dan regulasi yang berlaku.

"Perlindungan konsumen benar-benar menjadi salah satu hal terbesar yang harus diperhatikan. Kita mencoba mendorong likuiditas, tetapi tentu saja harus tetap patuh pada regulasi," tegasnya.

Tiga Pilar Penguatan Ekosistem

Menurut James, terdapat tiga faktor utama yang harus diperkuat jika Indonesia ingin bertransformasi menjadi crypto hub utama di Asia Tenggara:

  • Builders: Dibutuhkan lebih banyak pengembang yang mampu membangun produk dan infrastruktur blockchain dengan kapabilitas global.
  • Likuiditas: Ketersediaan likuiditas yang mumpuni untuk menghubungkan proyek, exchange, investor, hingga modal ventura (venture capital).
  • Kepastian Hukum: Regulasi yang jelas dan infrastruktur hukum yang terprediksi untuk menarik minat institusi serta perusahaan global membangun bisnis di Indonesia.

James menilai, meskipun Indonesia sudah memiliki regulasi aset digital, kepastian arah kebijakan ke depan akan menjadi fondasi utama bagi pelaku usaha asing dalam mengambil keputusan investasi.

Pihaknya optimistis bahwa dengan penguatan pada sisi supply dan demand likuiditas serta infrastruktur yang global, Indonesia tidak hanya akan menjadi pasar pengguna, tetapi juga pusat inovasi dan modal bagi ekosistem aset digital regional. (Ant/I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |