HUT ke-20, Mulia Boga Raya Pererat Kemitraan Strategis dengan Bel S.A.

4 hours ago 5
HUT ke-20, Mulia Boga Raya Pererat Kemitraan Strategis dengan Bel S.A. Kiri ke kanan: Hardianto Atmadja (Direktur Utama Garudafood dan Komisaris Utama MBR) Cécile Béliot (CEO Bel Group) dan Dede Patmawidjaja (Direktur Utama Mulia Boga Raya) melihat proses produksi di pabrik baru MBR.(ISTIMEWA)

KERJA sama strategis terus dilakukan perusahaan di dalam negeri dengan rekanan dari sejumlah negara. Tujuannya untuk menyatukan kekuatan dan keahlian untuk saling melengkapi.

Yang terbaru, upaya itu dilakukan PT Mulia Boga Raya Tbk (Mulia Boga Raya/MBR), anak perusahaan PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (Garudafood), produsen keju Prochiz.

Dalam rangka hari jadi ke-20, perusahaan menggelar Partnership Gathering bersama mitra strategisnya, Bel S.A. (Bel), perusahaan keju global asal Prancis. Perusahaan ini dikenal melalui berbagai merek, antara lain The Laughing Cow®, Kiri®, dan Babybel®.

CEO Bel Group Cécile Béliot berkunjung ke fasilitas produksi baru MBR di Sumedang, Jawa Barat. Kunjungan ini mempertegas komitmen kolaborasi jangka panjang antara Garudafood, MBR, dan Bel dalam mengembangkan industri keju di Indonesia.

Acara ini dihadiri Kemal Idris, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sumedang serta perwakilan Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia.

Selain itu, turut hadir jajaran manajemen Bel, Garudafood, MBR, serta SNS sebagai distributor Prochiz. Di antara mereka ialah Direktur Utama Garudafood dan Komisaris Utama MBR Hardianto serta Dede Patmawidjaja, Direktur Utama MBR.

Pada kesempatan itu, Cécile Béliot menyampaikan bahwa kemitraan ini menyatukan kekuatan dan keahlian yang saling melengkapi antara Garudafood, MBR, dan Bel.

“Hari ini, kita berkumpul bukan hanya sebagai pemegang saham dan mitra bisnis, melainkan sebagai satu keluarga besar yang merayakan hari jadi MBR yang ke-20. Kemitraan ini menyatukan kekuatan yang saling melengkapi, yaitu keahlian Garudafood di bidang makanan ringan (snacking) dan jaringan distribusi nasional yang luas, kepemimpinan MBR di pasar keju dan food service di Indonesia, serta keunggulan merek global Bel yang telah teruji lebih dari 100 tahun beserta keahliannya dalam pembuatan keju,” tandasnya.


KEMITRAAN STRATEGIS JANGKA PANJANG


Indonesia memiliki posisi strategis dalam pengembangan bisnis Bel di kawasan Asia. Dengan kehadiran yang telah kuat di sejumlah pasar utama Asia, Bel melihat Indonesia sebagai salah satu pasar dengan potensi pertumbuhan jangka panjang yang signifikan.

Potensi tersebut antara lain tercermin dari tingkat konsumsi keju per kapita di Asia yang masih relatif rendah, berkisar di bawah 1 kilogram per orang dibandingkan Eropa, yang mencapai di atas 20 kilogram per orang. Kondisi tersebut menunjukkan masih luasnya ruang pertumbuhan kategori keju di kawasan Asia, termasuk Indonesia.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan apresiasi terhadap investasi dan pengembangan fasilitas produksi MBR di Kabupaten Sumedang. Investasi ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian dan masyarakat daerah.

“Investasi merupakan salah satu pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sumedang. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Sumedang menyambut baik investasi yang masuk dan memberikan nilai tambah bagi daerah, termasuk melalui kolaborasi Garudafood, MBR, dan Bel,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama Garudafood yang juga Komisaris Utama MBR Hardianto Atmadja menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Bel dalam menjalin kemitraan strategis jangka panjang bersama Garudafood dan MBR di Indonesia.

“Kehadiran Bel menunjukkan bahwa Indonesia dengan populasi lebih dari 280 juta jiwa, merupakan pasar strategis dengan potensi pertumbuhan yang besar. Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bel atas kepercayaan yang diberikan dengan memilih Garudafood dan MBR sebagai mitra strategis jangka panjang di Indonesia,"

Dia optimistis kolaborasi ini akan memberikan kontribusi positif bagi MBR dan semakin memperkuat prospek pertumbuhan perusahaan, baik di pasar domestik maupun regional.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama MBR Dede Patmawidjaja menambahkan bahwa kolaborasi tersebut memadukan pemahaman pasar lokal dengan keahlian global untuk memperkuat daya saing industri keju Indonesia.

“Ini bukan sekadar kemitraan bisnis, melainkan kolaborasi strategis antara kekuatan yang saling melengkapi, yakni keunggulan lokal Prochiz dengan keahlian global Bel. Kami percaya sinergi ini akan membuka babak baru bagi industri keju nasional sekaligus menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan di Indonesia mampu memenuhi standar kualitas global. Bersama Bel, kami ingin membangun industri keju nasional yang semakin besar, kuat, dan berdaya saing hingga level global,” tambahnya.


PANEL SURYA DI PABRIK BARU


Sebagai bagian dari pengembangan bisnis ke depan, MBR tengah membangun fasilitas produksi baru di Sumedang di atas lahan seluas sekitar 25.000-meter persegi. Fasilitas tersebut ditargetkan beroperasi penuh pada 2028 dan akan meningkatkan total kapasitas produksi MBR menjadi sekitar 60.000 ton per tahun.

Fasilitas produksi tersebut dirancang untuk mendukung berbagai lini produk MBR, termasuk Prochiz dan Top Chiz, serta mendukung pengembangan produk-produk Bel di Indonesia.

Aspek keberlanjutan turut menjadi bagian dalam pengembangan fasilitas tersebut. MBR merencanakan sekitar 30% dari total area sebagai ruang terbuka hijau serta pemanfaatan panel surya dengan kapasitas hingga 250 kWp sebagai salah satu sumber energi terbarukan di fasilitas produksi.

Kehadiran fasilitas baru tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas dan kapabilitas produksi MBR, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi Sumedang melalui pengembangan aktivitas industri dan ekosistem pendukungnya.

Ekspansi MBR berjalan seiring dengan kinerja perusahaan yang tetap solid sepanjang semester I 2026. Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp960 miliar dan laba bersih sebesar Rp105,5 miliar, meningkat sekitar 15,4% dibandingkan Rp91,5 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja tersebut menjadi salah satu fondasi bagi MBR untuk melanjutkan agenda pertumbuhan dan pengembangan kapasitas produksi, termasuk melalui kolaborasi strategis bersama Bel.

Perayaan HUT ke-20 MBR, kunjungan CEO Bel Group, serta pengembangan fasilitas produksi baru di Sumedang ini sekaligus menjadi penanda babak berikutnya dalam perjalanan MBR dan kemitraan strategis antara Garudafood dan Bel di Indonesia.

Dengan menggabungkan kekuatan Garudafood dan MBR dalam memahami pasar dan karakteristik konsumen Indonesia, serta dengan pengalaman dan keahlian global Bel, kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap produk keju berkualitas, mendorong pertumbuhan industri keju nasional, serta memperkuat peran Sumedang sebagai salah satu basis produksi keju di Indonesia.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |