Doa dan Sujud Syukur, Tradisi Maroko yang Viral pada Qatar 2022 Hadir Lagi di Piala Dunia 2026

5 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Maroko kembali mencuri perhatian dunia. Bukan hanya karena keberhasilannya menyingkirkan Belanda pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, melainkan juga karena pemandangan yang muncul sesaat sebelum dan setelah drama adu penalti di Estadio Monterrey, Guadalupe, Nuevo Leon, Meksiko, Selasa (30/6/2026) pagi WIB.

Para pemain Singa Atlas membentuk lingkaran bersama pelatih Mohamed Ouahbi untuk berdoa, lalu serempak melakukan sujud syukur begitu memastikan kemenangan.

Momen tersebut langsung menjadi viral di berbagai platform media sosial. Banyak warganet menilai pemandangan itu memperlihatkan sisi lain sepak bola, ketika tekanan pertandingan terbesar di dunia berpadu dengan keyakinan spiritual yang telah lama menjadi bagian dari identitas tim nasional Maroko.

Beberapa saat sebelum adu penalti dimulai, para pemain tidak sibuk berdiskusi mengenai strategi ataupun urutan penendang. Mereka merapat membentuk lingkaran kecil bersama seluruh staf pelatih. Dalam suasana hening, doa-doa dilantunkan sebelum para pemain berjalan menuju titik putih untuk menjalankan tugas masing-masing.

Doa tersebut seolah menjadi penguat mental. Maroko akhirnya menang 3-2 lewat adu penalti setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit. Ismael Saibari menjadi penentu kemenangan melalui eksekusi terakhir, sementara penjaga gawang Yassine Bounou kembali tampil sebagai pahlawan lewat penyelamatan penting.

Sesaat setelah penalti terakhir bersarang di gawang Belanda, para pemain Maroko tidak cuma berhamburan merayakan kemenangan. Segera setelahnya, mereka menjatuhkan diri ke rumput lapangan, menyentuhkan kening ke rumput Estadio Monterrey, Meksiko untuk melakukan sujud syukur secara bersama-sama sebelum akhirnya saling berpelukan dengan rekan setim dan keluarga yang hadir di stadion.

Pemandangan tersebut sebenarnya bukan hal baru bagi Singa Atlas. Tradisi berdoa sebelum pertandingan penting maupun sujud syukur setelah laga telah menjadi bagian dari perjalanan mereka selama bertahun-tahun. Piala Dunia 2026 hanya menjadi panggung terbaru yang memperlihatkan identitas tersebut kepada jutaan penonton di seluruh dunia.

Fenomena serupa bahkan lebih dulu menyita perhatian global ketika Maroko tampil mengejutkan pada Piala Dunia 2022 di Qatar. Saat itu, hampir setiap kemenangan penting selalu diakhiri dengan sujud syukur massal para pemain di tengah lapangan.

Tradisi itu mulai menjadi sorotan ketika Maroko menumbangkan Belgia 2-0 pada fase grup. Selebrasi serupa kembali dilakukan setelah mengalahkan Kanada 2-1 yang memastikan mereka lolos ke babak 16 besar sebagai juara grup, pencapaian yang sudah menjadi sejarah tersendiri bagi sepak bola Maroko.

Momen paling ikonik terjadi pada babak 16 besar ketika Maroko menyingkirkan Spanyol melalui adu penalti. Setelah Achraf Hakimi memastikan kemenangan, seluruh pemain langsung bersujud di rumput Stadion Education City sebelum berlari menuju tribun untuk memeluk ibu dan keluarga mereka. Perpaduan sujud syukur dan penghormatan kepada orang tua menjadi salah satu gambar paling dikenang dari Piala Dunia Qatar.

Tradisi itu berlanjut ketika Maroko menumbangkan Portugal 1-0 pada perempat final. Selebrasi sujud syukur kembali dilakukan setelah mereka menjadi negara Afrika pertama yang berhasil menembus semifinal Piala Dunia, sebuah pencapaian bersejarah yang mengubah peta kekuatan sepak bola dunia.

Yang paling menyentuh perhatian publik justru terjadi ketika perjalanan Maroko terhenti di semifinal. Meski kalah 0-2 dari Prancis, para pemain tetap berkumpul dan melakukan sujud syukur bersama di tengah lapangan. Momen tersebut menunjukkan bahwa rasa syukur bagi mereka tidak semata-mata bergantung pada kemenangan, tetapi juga atas kesempatan menorehkan sejarah bagi bangsa dan benua Afrika.

Empat tahun berselang, tradisi itu kembali hidup di Piala Dunia 2026. Doa sebelum adu penalti dan sujud syukur usai menyingkirkan Belanda memperlihatkan bahwa bagi Maroko, sepak bola bukan hanya soal taktik, teknik, ataupun hasil akhir.

Singa Atlas terus membawa nilai spiritual yang telah menjadi ciri khas mereka sejak Qatar 2022, sekaligus menjadi inspirasi yang kembali menyentuh hati jutaan pencinta sepak bola di berbagai penjuru dunia.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |