"Ada kurang lebih sekitar 48 jamaah yang masih dirawat dan nanti tetap akan mendapatkan atensi dari KKHI dan juga dari petugas yang ada di KUH," ujarnya dalam acara tasyakuran keluarga besar Daerah Kerja Madinah, Senin (29/6/2026).
Menurut Khalilurrahman, seluruh jamaah yang masih dirawat tetap menjadi tanggung jawab pemerintah Indonesia. Pemantauan kondisi kesehatan dilakukan oleh Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) selama operasional haji masih berlangsung. "Untuk jemaah yang sakit nanti akan mendapatkan perhatian dari KKHI," katanya.
Setelah seluruh petugas operasional haji kembali ke Indonesia, penanganan terhadap jemaah yang masih dirawat akan dilanjutkan oleh Kantor Urusan Haji (KUH) Republik Indonesia di Jeddah. "Jika nanti petugas semuanya telah pulang, nanti akan kita serahkan kepada Kantor Urusan Haji di Jeddah," jelas Khalilurrahman.
Ia memastikan, petugas KUH akan terus memantau perkembangan kesehatan para jamaah hingga dinyatakan layak terbang. Bahkan, proses kepulangan ke Indonesia juga akan didampingi langsung oleh petugas KUH. "Jika pada saatnya mereka dinyatakan sehat, maka akan ada pendampingan dari petugas atau pegawai KUH di Jeddah yang akan mendampingi kepulangan mereka," ungkapnya.
Khalilurrahman menegaskan, meskipun operasional haji di Madinah telah berakhir, komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada jemaah tidak berhenti sampai di sana. "Mereka tetap akan mendapatkan atensi dari KKHI dan juga dari petugas yang ada di KUH," katanya.
Jamaah Diingatkan Ikuti Arahan Petugas dan Membawa Paspor
Khalilurrahman, mengingatkan seluruh jemaah haji Indonesia agar tetap disiplin mengikuti arahan petugas selama proses kepulangan ke Tanah Air. Menurutnya, kepatuhan terhadap jadwal dan prosedur menjadi kunci agar proses pemulangan berjalan lancar. "Jemaah haji tetap harus mengikuti arahan dari ketua regu, ketua rombongan, ketua kloter," katanya.
Ia menjelaskan, salah satu hal terpenting yang harus diperhatikan jamaah adalah mengetahui jadwal turun dari hotel menuju bus keberangkatan. Seluruh jadwal telah diatur oleh petugas sesuai dengan waktu penerbangan masing-masing kloter. "Jamaah harus mengetahui kapan waktunya mereka diturunkan dari hotel," ujar Khalilurrahman.
Selain mengikuti jadwal, jamaah juga diminta memastikan seluruh dokumen perjalanan telah diterima sebelum meninggalkan hotel. Paspor menjadi dokumen utama yang wajib berada di tangan jemaah sebelum menuju bandara. "Memastikan bahwa dokumen-dokumen yang perlu mereka bawa seperti paspor dipastikan itu mereka bawa atau mereka miliki," katanya.
Khalilurrahman mengatakan, pembagian paspor dilakukan oleh petugas maupun pihak syarikah menjelang keberangkatan. Oleh karena itu, jamaah diminta tidak terburu-buru meninggalkan hotel sebelum memastikan seluruh dokumen telah diterima dengan lengkap. "Ketika nanti pembagian paspor oleh petugas atau pihak syarikah, dipastikan jemaah sudah menerimanya," katanya.
Ia berharap seluruh proses pemulangan berjalan lancar hingga seluruh jemaah tiba kembali di Indonesia. Dengan disiplin mengikuti arahan petugas dan melengkapi dokumen perjalanan, potensi kendala saat keberangkatan menuju bandara dapat diminimalkan. "Yang perlu ditekankan adalah jemaah tetap mengikuti arahan petugas dan memastikan dokumen perjalanan mereka sudah lengkap," ujar Khalilurrahman.

4 hours ago
5
















































