Ibu Negara Irak soal AS Minta Kurdi Serang Iran: Cuma Dimanfaatkan

13 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Ibu Negara Irak Shanaz Ibrahim Ahmed memperingatkan agar masyarakat Kurdi tidak dimanfaatkan dalam rencana serangan terhadap Iran.

Ahmed, yang merupakan istri Presiden Irak Abdul Latif Rashid, meminta kekuatan dunia untuk tidak menggunakan populasi Kurdi sebagai alat dalam persaingan geopolitik yang lebih luas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terlalu sering, Kurdi hanya diingat ketika kekuatan atau pengorbanan mereka dibutuhkan," ujar Ahmed, dikutip Iraqi News.

Pernyataan itu muncul di tengah tudingan bahwa Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) sedang meninjau hubungan dengan faksi-faksi Kurdi untuk menekan Iran.

Hal ini terjadi di tengah konflik yang terus berlangsung antara AS dan Israel melawan Iran.

Dalam siaran pers berjudul "Leave Kurds Alone. We Are Not Guns for Hire," Ahmed mengingatkan masyarakat Kurdi sering didorong untuk bangkit, tetapi kemudian ditinggalkan ketika kepentingan geopolitik berubah.

[Gambas:Video CNN]

Ia merujuk pada 1991 Iraqi Kurdish Uprising terhadap Saddam Hussein, ketika pasukan Kurdi bangkit melawan diktator Irak itu.

Namun, mereka kemudian menghadapi pembalasan brutal setelah dukungan internasional mulai berkurang.

Ahmed, yang berasal dari Sulaymaniyah di Irak, mengatakan kenangan itu masih kuat di komunitas Kurdi.

Hal itu memengaruhi cara mereka memandang seruan agar Kurdi kembali terlibat dalam konflik regional saat ini.

Ia juga menyinggung situasi Kurdi di timur laut Suriah yang dikenal sebagai Rojava, tempat pasukan Kurdi berperan penting melawan Islamic State. Namun, mereka kemudian menghadapi perubahan aliansi internasional.

Ahmed menegaskan masyarakat Kurdi di Irak baru saja mulai merasakan kehidupan yang lebih damai. Karena itu, mereka tidak ingin kembali dijadikan alat dalam perebutan kekuasaan global.

"Saya menyerukan kepada semua pihak yang terlibat dalam konflik ini," katanya.

"Biarkan Kurdi hidup tenang. Kami bukan senjata bayaran," tambah dia.

(rnp/rds/bac)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |