IDAI Ingatkan Bahaya Salah Menangani Anak Kesetrum, Kenali Langkah Ini

11 hours ago 5

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan masyarakat untuk menerapkan prinsip Bantuan Hidup Dasar (BHD) saat memberikan pertolongan pertama pada anak yang mengalami sengatan listrik atau kesetrum guna meningkatkan peluang keselamatan korban sebelum mendapat penanganan medis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan masyarakat untuk menerapkan prinsip Bantuan Hidup Dasar (BHD) saat memberikan pertolongan pertama pada anak yang mengalami sengatan listrik atau kesetrum guna meningkatkan peluang keselamatan korban sebelum mendapat penanganan medis. Ketua Umum PP IDAI Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp.Kardio(K) mengatakan penanganan awal pada korban kesetrum perlu berfokus pada pemeriksaan jalan napas, pernapasan, dan sirkulasi darah sesuai standar kegawatdaruratan.

"Anak kesetrum harus ditangani sesuai standar awal kegawatdaruratan, yaitu Airway atau jalan napas, Breathing atau pola napas, dan Circulation atau sirkulasi," kata Piprim di sela kegiatan puncak HUT ke-72 IDAI di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, Ahad (14/6/2026).

Menurut dia, masyarakat kerap melakukan tindakan yang tidak tepat saat menghadapi korban kesetrum, seperti menggosokkan minyak atau melakukan cara-cara lain yang tidak berkaitan dengan penyelamatan fungsi vital tubuh.

Padahal, kata dia, langkah terpenting adalah memastikan jalan napas korban tetap terbuka serta memeriksa kondisi pernapasan dan sirkulasi darah.

Ia menjelaskan apabila korban tidak memberikan respons, masyarakat perlu segera melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) sebagai bagian dari Bantuan Hidup Dasar sebelum membawa korban ke fasilitas kesehatan atau menunggu bantuan medis datang.

"Seringkali orang malah sibuk menggosokkan minyak, padahal yang utama adalah memastikan jalan napasnya aman dan sirkulasi jantungnya terjaga," ujarnya.

Piprim menambahkan edukasi Bantuan Hidup Dasar menjadi salah satu kegiatan yang digelar dalam peringatan HUT ke-72 IDAI sebagai upaya meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan.

Selain pelatihan BHD bagi orang tua dan karyawan Ragunan, kegiatan tersebut juga diisi dengan skrining tumbuh kembang anak, skrining kelainan endokrin, konsultasi kesehatan anak, serta berbagai kegiatan edukatif bagi keluarga.

"Kami tetap semangat melayani masyarakat," kata Piprim.

sumber : ANTARA

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |