IFAB Bahas Aturan Baru di Sepak Bola: Pemain Cedera Bisa Dipaksa Menepi Satu Menit

7 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemain yang menerima perawatan karena cedera di lapangan kemungkinan besar akan diwajibkan meninggalkan pertandingan selama satu menit. Usulan ini menjadi salah satu agenda utama dalam rapat umum tahunan International Football Association Board (IFAB) pada Sabtu (21/2/2026), sebagaimana dikutip dari BBC.

Aturan tersebut merupakan bagian dari paket kebijakan baru yang didorong FIFA untuk mengurangi gangguan tempo permainan dan praktik buang waktu. Saat ini, regulasi permainan belum mengatur secara tegas berapa lama pemain yang cedera harus berada di luar lapangan.

Beberapa kompetisi sudah menerapkan kebijakan masing-masing. Liga Primer Inggris misalnya, sejak musim 2023/2024 mewajibkan pemain menepi selama 30 detik. Sementara itu, FIFA sempat menggelar uji coba di Piala Arab Desember lalu dengan aturan dua menit.

Kepala Wasit FIFA, Pierluigi Collina, menjelaskan bahwa durasi dua menit dimaksudkan untuk menekan pemborosan waktu sekaligus menjaga alur pertandingan tetap dinamis. Pendekatan serupa juga diterapkan di Major League Soccer, yang mengaktifkan aturan jika pemain tergeletak lebih dari 15 detik dan tim medis masuk ke lapangan.

Namun, dalam pertemuan IFAB Januari lalu, muncul perbedaan pandangan. Durasi dua menit dinilai terlalu lama dan menuai penolakan keras dari sejumlah liga. Opsi satu menit kemudian diajukan sebagai jalan tengah, meski kekhawatiran tetap ada.

Beberapa klub menilai aturan ini berpotensi merugikan tim. Musim lalu, Manchester United sempat melayangkan protes ketika bek mereka, Matthijs de Ligt, harus keluar lapangan akibat luka. Dalam situasi bermain dengan 10 orang, Brentford mencetak gol dari situasi sepak pojok.

Kekhawatiran utama adalah potensi tim kebobolan saat bermain tidak lengkap. Aturan 30 detik saja sudah memicu frustrasi di kalangan suporter. Di sisi lain, diakui pula bahwa praktik cedera pura-pura kerap digunakan untuk menghentikan momentum lawan.

IFAB juga mempertimbangkan sejumlah pengecualian. Pemain yang dilanggar dan membuat lawan menerima kartu kuning atau merah tidak wajib keluar. Kiper dikecualikan, demikian pula penendang penalti.

Selain isu cedera, IFAB diperkirakan menyetujui sejumlah perubahan lain. Setelah aturan delapan detik untuk kiper memegang bola dinilai sukses, mekanisme hitung mundur serupa akan diterapkan pada tendangan gawang dan lemparan ke dalam. Jika terlalu lama, kepemilikan bola berpindah ke lawan.

Batas waktu 10 detik juga akan diberlakukan bagi pemain yang diganti. Jika terlambat meninggalkan lapangan, pemain pengganti belum boleh masuk dan tim harus bermain dengan 10 orang hingga penghentian berikutnya, minimal setelah 60 detik.

IFAB juga diperkirakan membuka opsi peninjauan VAR untuk kartu kuning kedua yang keliru serta, dalam kompetisi tertentu, untuk keputusan sepak pojok.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |