Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sesi 1 hari ini, Selasa (31/3/2026) turun 37,89 poin atau -0,53% ke level 7.053,78. Sebanyak 282 saham naik, 403 turun, dan 273 tidak bergerak.
Nilai transaksi mencapai Rp 7,46 triliun, melibatkan 14,55 miliar saham dalam 999.700 kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun terkikis menjadi Rp 12.417 triliun.
Volatilitas IHSG sepanjang sesi terbilang tinggi. IHSG membuka perdagangan di zona hijau dan bahkan sempat naik 0,8%. Akan tetapi sekitar satu jam setelah pembukaan, IHSG ambruk ke zona merah.
Mengutip Refinitiv, nyaris seluruh sektor berada di zona merah. Utilitas dan energi memimpin koreksi dengan masing-masing turun 3,45% dan 1,67%.
Sementara itu, Barito Renewables Energy (BREN) menjadi pemberat utama dengan bobot -8,33 poin. Lalu diikuti oleh Dian Swastatika Sentosa (DSSA) -6,55 poin dan Astra International (ASII) -6,14 poin.
Memasuki perdagangan hari ini, pelaku pasar keuangan Tanah Air akan mencermati sejumlah sentimen penting dari eksternal. Fokus utamanya datang dari perkembangan perang di Timur Tengah yang masih menekan harga energi, penguatan indeks dolar AS, hingga rilis data tenaga kerja dari Amerika Serikat (AS) dan Jepang.
Perang di Timur Tengah hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Konflik yang telah memasuki pekan kelima masih menjadi sumber utama kegelisahan pasar global, terutama karena gangguan di Selat Hormuz belum sepenuhnya teratasi. Presiden AS Donald Trump pada Senin kemarin kembali memperingatkan Iran agar membuka jalur tersebut, di tengah ketidakpastian hasil pembicaraan diplomatik dan masih tingginya tensi militer.
Bagi pasar, perkembangan perang ini sangat penting karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur vital perdagangan energi dunia.
Gangguan yang berkepanjangan di kawasan itu terus memicu kekhawatiran terhadap pasokan minyak mentah dan gas, terutama untuk Asia yang sangat bergantung pada arus energi dari Timur Tengah. Selama jalur ini belum benar-benar pulih, pasar akan terus memasukkan premi risiko yang tinggi ke harga energi.
Tekanan tersebut langsung tercermin pada harga minyak dunia. Pada perdagangan Senin (30/3/2026), harga Brent bergerak di kisaran US$114-116 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di sekitar US$100-102 per barel, menandakan volatilitas energi masih sangat tinggi. Kenaikan ini menunjukkan pasar masih melihat perang sebagai ancaman serius bagi pasokan global.
Sementara itu dari dalam negeri, pemerintah Indonesia akan mengumumkan serangkaian kebijakan yang ditujukan merespons dampak ekonomi dari perang Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran.
Sekertaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, pengumuman kebijakan itu akan dilakukan pada pukul 19.00 WIB, hari ini Selasa (31/3/2026).
"Semua kebijakan terkait dengan mitigasi risiko dinamika global (WFH, Penyesuaian Anggaran, B-50, dll), akan diumumkan besok," kata Susiwijono melalui keterangan tertulis, Senin (30/3/2026).
Sebagaimana diketahui, sejumlah negara-negara tetangga RI telah lebih dulu mengumumkan kebijakan merespons gejolak ekonomi yang dipicu oleh perang AS-Israel dengan Iran. Perang itu dimulai dengan serangan AS di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump ke Iran pada akhir Februari 2026.
PT PERTAMINA hari ini juga akan merilis harga untuk BBM non-subsidi yang berlaku per 1 April. Pengumuman rutin ini akan dirilis sekitar pukul 21.00-22.00 WIB.
Seperti diketahui, Pertamina melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh Indonesia, per 1 Maret 2026.
Produk BBM di SPBU Pertamina, di mana harga BBM jenis RON 92 atau Pertamax naik menjadi Rp 12.300 per liter dari sebelumnya di Februari yang hanya Rp 11.800 per liter. Kemudian Pertamax Green atau RON 95 menjadi Rp 12.900 per liter dari sebelumnya Rp 12.450 per liter.
Tak terkecuali juga dengan Pertamax Turbo menjadi Rp 13.100 per liter dari sebelumnya Rp 12.700 per liter. Lalu Dexlite menjadi Rp 14.200 per liter dari sebelumnya Rp 13.250 per liter. Dan Pertamina Dex menjadi Rp 14.500 per liter dari Rp 13.500 per liter.
Terpantau harga BBM Pertalite tetap Rp 10.000 per liter dan solar subsidi Rp 6.800 per liter.
(mkh/mkh)
Addsource on Google

4 hours ago
2

















































