IHSG Tembus 9.075, Dana Asing Masuk Rp 7,3 Triliun

2 hours ago 1

Tamu undangan memfoto layar elektronik pergerakan saham saat acara penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2025 di Main Hall BEI, Jakarta, Selasa (30/12/2025). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir Tahun 2025 ditutup menghijau/menguat 2,68 poin atau 0,03 persen ke posisi 8.646,94. Perdagangan saham akan kembali dibuka pada Jumat, 2 Januari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Minat investor asing ke pasar saham Indonesia terus menguat. Sepanjang 2026 berjalan, investor global mencatatkan beli bersih sebesar Rp 7,3 triliun. Arus dana tersebut ikut mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menembus rekor tertinggi di level 9.075,406 pada penutupan perdagangan Kamis (15/1/2026).

Dalam sepekan, IHSG menguat 1,55 persen dari posisi 8.936,754, mencerminkan konsistensi penguatan pasar saham di awal tahun. “Perdagangan saham pekan ini ditutup dengan mayoritas indikator berada di zona positif, mencerminkan sentimen pasar yang tetap kuat,” kata Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad, dikutip Jumat (16/1/2026).

Masuknya dana asing terlihat jelas pada perdagangan Kamis, ketika investor luar negeri membukukan beli bersih sebesar Rp 947,45 miliar. Arus modal tersebut menjadi salah satu penopang utama penguatan indeks dan nilai pasar saham domestik.

Penguatan IHSG sejalan dengan meningkatnya nilai seluruh saham yang tercatat di PT Bursa Efek Indonesia. Kapitalisasi pasar bursa kini mencapai Rp 16.512 triliun, naik 1,29 persen dibandingkan pekan sebelumnya sebesar Rp 16.301 triliun.

Aktivitas perdagangan juga menunjukkan kepercayaan investor yang membaik. Rata-rata nilai transaksi harian selama periode 12–15 Januari 2026 naik 3,87 persen menjadi Rp 32,68 triliun. Meski volume transaksi turun tipis, nilai transaksi tetap tinggi, menandakan transaksi bernilai besar masih mendominasi pasar.

sumber : Antara

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |