Kanthi Malikhah, CNBC Indonesia
15 April 2026 13:25
Jakarta, CNBC Indonesia - Dana Moneter Internasional (IMF) baru saja merilis World Economic Outlook, April 2026. Dalam laporan tersebut, IMF memberikan proyeksi terbaru mengenai pertumbuhan negara-negara di dunia. Ada lima negara emerging market di Asia yang diperkirakan mampu tumbuh 5% atau di atas 5% pada tahun ini.
Kelima negara tersebut mencerminkan ketahanan ekonomi Asia yang masih cukup kuat di tengah tekanan global. Berikut lima negara asia yang diproyeksi tumbuh cepat tahun 2026.
Vietnam menempati posisi teratas dengan proyeksi pertumbuhan sebesar 7,1% pada 2026, meski sedikit melambat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai 8%.
Di posisi kedua ada India. Ekonomi negara tersebut diperkirakan tumbuh 6,5%, lebih rendah dibandingkan capaian 2025 sebesar 7,6%.
Taiwan berada di urutan berikutnya dengan proyeksi pertumbuhan 5,2%, turun cukup tajam dari 8,7% pada tahun sebelumnya.
Indonesia berada di posisi keempat dengan pertumbuhan yang relatif stabil di level 5% pada 2026, hampir tidak berubah dari realisasi 2025 sebesar 5,1%.
Sementara itu, Malaysia melengkapi daftar dengan proyeksi pertumbuhan sebesar 4,7%, sedikit melambat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 5,2%.
Secara kawasan, IMF memperkirakan ekonomi Asia pasifik akan tumbuh 4,4% atau melambat 0,6% dibandingkan pada tahun lalu (5%).
Pertumbuhan Ekonomi Melambat di Asia
Perlambatan pertumbuhan ekonomi mencerminkan normalisasi pertumbuhan setelah lonjakan kuat pada tahun sebelumnya, sekaligus dampak tekanan global akibat konflik geopolitik, khususnya perang di Timur Tengah.
Dalam laporan World Economic Outlook April 2026, IMF menegaskan bahwa risiko terhadap prospek ekonomi didominasi oleh downside risks, mulai dari lonjakan harga energi, gangguan perdagangan, hingga ketidakpastian pasar keuangan.
Selain itu, kondisi keuangan global yang semakin ketat juga berpotensi menahan laju ekspansi ekonomi di berbagai negara.
Meski mengalami kontraksi dibandingkan tahun sebelumnya, pertumbuhan di kawasan Asia dinilai tetap relatif tangguh. Hal ini didukung oleh pergeseran rantai pasok global, kuatnya ekspor berbasis teknologi, serta permintaan domestik yang masih terjaga, sehingga negara-negara emerging market di kawasan asia tetap menjadi motor pertumbuhan ekonomi dunia ke depan.
(mae/mae)

2 hours ago
4
















































