Ini Alasan Rusia Tak Bantu Suplai Senjata ke Iran Lawan AS-Israel

7 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Rusia membeberkan alasan tidak membantu memasok suplai senjata-senjata ke Iran saat sekutunya itu berperang melawan agresi Amerika Serikat dan Israel.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa Rusia sama sekalin tidak menerima permintaan dari Iran untuk mengirim suplai senjata selama perlang berlangsung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam hal ini, tidak ada permintaan dari pihak Iran. Posisi konsisten kami diketahui secara umum dan tidak ada perubahan dalam hal ini," kata Peskov menjawab pertanyaan wartawan soal kemungkinan rencana kirim persenjataan ke Iran.

Peskov mengatakan Rusia menghormati pilihan Iran yang tidak meminta bantuan persenjataan. Meski demikian, ia menegaskan kedekatan hubungan kedua negara tidak akan berubah.

Tahun lalu, Iran kembali mengikat kesepakatan kemitraan strategis bersama Rusia selama 20 tahun ke depan.

Rusia membangun dua fasilitas nuklir baru di Bushehr, satu-satunya situs pembangkit tenaga nuklir di Iran.

Sebagai imbalannya, Iran menyuplai Rusia dengan drone-drone kamikaze, Shahed, untuk suplai senjata melawan Ukraina.

Pengamat menilai Rusia enggan membantu Iran karena Moskow masih disibukkan dengan perang melawan Ukraina.

Kepala ahli strategi geopolitik di BCA Research Matt Gerken berpandangan perang berkepanjangan di Ukraina telah mengikis kemampuan Rusia untuk memproyeksikan kekuatan di luar perbatasannya.

Militer Rusia, kata dia, sudah kewalahan karena perang dan perekonomian Rusia juga terus-terusan di bawah tekanan sanksi negara Barat. Kondisi ini menyebabkan pengaruh Moskow di Timur Tengah kian berkurang.

Presiden Transversal Consulting, Ellen Wald, juga mengatakan Rusia tampaknya malah bersyukur dengan situasi Timur Tengah karena perhatian dunia dan Trump kini terfokus pada Iran.

"Putin jelas senang dengan situasi ini, menurut saya, meskipun setelah masalah ini terselesaikan, Trump pasti akan mengalihkan perhatian berikutnya ke Putin," ujar Wald.

(bac)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |