Interpretasi Baru Situs Gunung Padang: Sebagai Titik Aman Bencana Alam Sekitar

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Kajian dan Pemugaran Situs Cagar Budaya Peringkat Nasional Gunung Padang menduga Situs Gunung Padang bukan sekadar tempat ritual. Interpretasi ini dilandaskan dari sejumlah indikator lingkungan termasuk situasi kegempaan di sekitar. "Ini seperti sebuah tempat yang aman dan nyaman untuk berkumpul masyarakat," ujar Ketua Tim Kajian dan Pemugaran Dr Ali Akbar, Selasa (13/1/2026).

Republika menemui arkeolog Universitas Indonesia yang juga pengajar arkeologi Dr Ali Akbar di ruang kerjanya di Fakultas Ilmu Budaya UI. Sebelumnya, sejak Oktober-pertengahan Desember 2025, peneliti yang akrab disapa Abe ini berada di Situs Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat.

"Jadi, Gunung Padang itu fungsinya apa?"

Abe menjawab, "Secara umum kita menyebutnya sebagai topofilia," ujar Abe.

Istilah ini ia akui jarang digunakan untuk situs di Indonesia. Topofilia, lanjut Abe, adalah sebuah tempat yang aman, nyaman, menyenangkan, untuk warga di sekitarnya. "Jadi ini bukan sekadar tempat penujaan atau spiritual."

Dalam buku berjudul 'Peninggalan Tradisi Megalitik di Daerah Cianjur, Jawa Barat' yang ditulis oleh arkeolog Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (1985), menyebutkan bahwa Situs Gunung Padang ditemukan kembali oleh tiga petani: Endi, Soma, dan Abidin. Temuan ini mereka laporkan ke Kepala Seksi Kebudayaan Kabupaten Cianjur R Adang Suwanda pada 1979.

Sebelumnya di masa Belanda, pada 1914, kepala balai purbakala ketika itu NJ Krom pernah mencatat Situs Gunung Padang. Baru sekadar disinggahi dan dicatat, belum ada penelitian intensif. NJ Krom mengatakan,  "Ditemukan susunan batu yang merupakan bangunan berundak, di atas bangunan ini terdapat gundukan gundukan tanah yang diduga merupakan kuburan." Pada 1979 dan 1980, arkeolog makin intensif mengkaji Gunung Padang.

Situs Gunung Padang berdiri di atas bukit setinggi 885 meter di atas permukaan laut. Arah bukit memanjang dari barat ke tenggara. Situs dikelilingi oleh lembah yang sangat dalam dan bukit-bukit (yang dalam bahasa Sunda disebut 'pasir'). Situs Gunung Padang terdiri atas lima teras. Di tiap terasnya tersusun oleh batuan alam yang khas bentuknya, yaitu seperti balok persegi panjang. Geolog menyebutnya sebagai 'columnar joint'. Lima teras Gunung Padang ukurannya berbeda. Teras terbawah atau teras pertama yang paling luas, teras lima yang paling kecil.

Di masing-masing teras ada susunan batu maupun bangunan kecil sebagai berikut: Batu-batu tegak yang disusun berjajar membentuk segi empat, bujur sangkar, susunan berbanjar, dan lainnya. Ada kelompok batu berdiri yangdisebut arkeolog dalam catatannya sebagai kelompok menhir yang polanya tidak beraturan. Ada bangunan berteras besar dan kecil yang disusun dari batuan bertumpuk di atas bukit. Serta susunan batu bulat yang membentuk segi empat panjang.

Abe kemudian menghubungkan keletakan Situs Gunung Padang dengan kegempaan di sekitar. Menurut dia, Situs Gunung Padang termasuk lokasi yang paling aman dari goyangan gempa. "Itu daerah gempa semua. Tapi di Gunung Padang yang paling minimal. Jadi ini mungkin semacam tempat meeting point titik aman," kata Abe.

Tim peneliti juga membahas soal hubungan Gunung Padang dengan situsi-situs di sekitarnya. Menurut Abe, di setiap situs di sekitar terhadap Gunung Padang seolah ada kesan atau tanda menuju ke satu titik yakni Gunung Padang.

Abe menambahkan, rata-rata situs punden berundak di Jawa Barat hanya memiliki satu fungsi, yaitu religi masyarakat sekitar. Namun, kata Abe, Gunung Padang amat bisa jadi situs multifungsi. Warga ke Gunung Padang bukan untuk untuk ritual kepercayaan tapi untuk tempat aman dari bencana.

Untuk tahun ini, tim peneliti juga sudah ancang-ancang untuk melanjutkan penelitian dan konservasi. Melanjutkan temuan tahun 2025. Tim berharap penelitian ini tetap didukung oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, dan penelitian lapangan yang bisa tetap dilihat oleh publik.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |