Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah Iran akan menggelar upacara pemakaman jenazah Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang tewas dibunuh Israel-Amerika Serikat Rabu (4/3) ini.
Mengutip AFP, pemakaman akan dilakukan pada Rabu malam.
Rencananya upacara pemakaman kenegaraan digelar selama tiga hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mulai pukul 22.00 (1830 GMT), umat Islam dapat memberikan penghormatan terakhir kepada jenazah pemimpin bangsa yang gugur tersebut, dengan mengunjungi Masjid Agung Imam Khamenei" di Teheran," kata Irna, mengutip pernyataan dari Dewan Koordinasi Pembangunan Islam Iran seperti dikutip dari AFP.
Khamenei tewas dalam serangan brutal yang dilakukan AS-Israel pada Sabtu (28/2) pagi. Ia diserang saat sedang bertugas di kantornya.
Iran murka dan meluncurkan serangan balasan bertubi-tubi ke wilayah Israel dan pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Ledakan dan serangan dilaporkan terjadi di negara-negara Teluk, yakni Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Bahrain, dan Irak buntut aksi balas dendam Iran tersebut
Sejak kematian Khamenei terkonfirmasi, Iran saat ini sibuk mencari sosok pengganti yang akan berkuasa penuh atas negara tersebut di saat masih menghadapi kemungkinan serangan Israel dan AS.
Iran telah menunjuk ulama senior, Ayatollah Alireza Arafi, memimpin Dewan Kepemimpinan Sementara yang akan mengambil alih tugas Pemimpin Tertinggi setelah kematian Khamenei.
Sebelumnya Komandan Keamanan Iran, Ali Larijani, mengeluarkan ancaman untuk Amerika Serikat dan Israel dengan menyatakan Iran siap menjalani perang yang panjang melawan AS dan Israel.
Larijani mengatakan militer Iran sudah terlatih untuk menjalani perang yang panjang. Selain itu, pemerintah Iran juga tidak peduli dengan uang yang harus dikeluarkan untuk perang melawan Israel dan AS.
"Iran, tidak seperti Amerika Serikat, sudah siap menjalani perang yang panjang. Iran akan membela diri tanpa mempedulikan biaya apa pun," tulis Larijani melalui akun X, Senin (2/4), dikutip dari Al Arabiya.
(agt)

4 hours ago
1
















































