Iran Ogah Gencatan Senjata dengan AS-Israel

6 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menolak gencatan senjata dengan Amerika Serikat dan Israel, di tengah perang membara di Timur Tengah.

Araghchi membandingkan kesepakatan gencatan senjata usai perang pada Juni tahun lalu atau perang 12 hari, yang dilanggar AS-Israel.

"Dan sekarang Anda ingin meminta gencatan senjata lagi? Ini tidak akan berhasil seperti itu," kata dia saat wawancara dengan Meet the Press, Selasa (10/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Araghchi lalu berujar, "Perang ini harus diakhiri secara permanen. Kecuali kita mencapai hal itu, saya pikir kita perlu terus berjuang demi rakyat dan keamanan kita."

Menlu itu lantas mengatakan AS dan Israel telah membunuh rakyat Iran termasuk siswa-siswi, mengebom SD hingga rumah sakit.

Araghchi juga membahas serangan balasan Iran terhadap Israel dan aset-aset Amerika Serikat ke negara Timur Tengah. Saat meluncurkan balasan, banyak negara-negara Arab yang marah dan bahkan mengecam.

Negara-negara Arab itu mengeklaim serangan balasan Iran melanggar kedaulatan mereka.

"Iran tidak menyerang negara-negara tetangga kita secara sengaja," kata Araghchi.

"Kita menyerang pangkalan-pangkalan Amerika, instalasi-instalasi Amerika, aset-aset Amerika, yang sayangnya terletak di wilayah negara-negara tetangga kita," imbuh dia.

Meski demikian, Presiden Iran Masoud Pezehskian menyampaikan permintaan maaf ke negara-negara Arab.

AS dan Israel menggempur habis-habisan Iran pada akhir Februari. Serangan mereka menyebabkan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan keluarganya tewas.

Setelah Khamenei dinyatakan meninggal, pasukan Korps Garda Revolusi Islam mengintensifkan operasi balasan ke Israel dan AS.

(isa/dna/bac)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |