Jakarta, CNN Indonesia --
Israel menolak terlibat dalam rencana invasi darat Amerika Serikat ke Iran, meski Washington masih mempertimbangkan operasi militer lebih luas.
Menurut laporan Channel 12, pada Minggu (29/3), tentara Israel tidak akan berpartisipasi di lapangan jika AS melancarkan serangan darat.
Dilansir Middle East Monitor, laporan ini muncul ketika rencana militer AS terkait operasi darat menjadi sorotan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pentagon disebut menyiapkan sejumlah opsi, termasuk serangan terbatas, sementara Gedung Putih belum mengonfirmasi persetujuan Presiden AS Donald Trump.
Iran merespons perkembangan itu dengan ancaman terbuka terhadap setiap kemungkinan serangan AS.
Teheran memperingatkan pasukan AS akan menghadapi pembalasan besar dan mengancam membakar mereka jika invasi darat terjadi.
Sejumlah analis militer juga memperingatkan invasi darat berpotensi menjadi kesalahan strategis besar yang sebanding dengan pengalaman AS dalam Perang Vietnam.
"Vietnam menunjukkan dengan tepat kapan perang udara berubah menjadi perang darat," kata Profesor Ilmu Politik Universitas Chicago, Robert Pape, yang dikenal sebagai pakar studi keamanan.
Ia menilai tanda-tanda serupa kini mulai terlihat dalam konflik Iran, dan sepuluh hari ke depan akan menjadi periode penentu arah perkembangan perang.
Laporan Channel 12 itu memicu reaksi keras di AS, terutama dari kalangan pendukung gerakan "America First" dan kelompok anti-perang.
Mereka menilai Washington berisiko terseret ke konflik darat yang mahal, sementara Israel memilih tidak mengerahkan pasukannya sendiri ke medan perang di Iran.
Kritik itu memperkuat narasi bahwa pasukan AS menanggung risiko konflik yang sebagian dipicu kepentingan Israel, meski tidak terlibat langsung dalam operasi darat.
"Bagaimana kalau kita melakukan operasi darat di Israel dan mengambil senjata nuklir mereka dan mendapatkan kembali uang kita?" tulis seorang influencer media sosial.
Influencer itu mengecam keputusan Israel untuk tidak berpartisipasi dalam invasi darat yang secara luas dianggap berkaitan dengan kepentingan keamanan Israel.
Jika perang di Iran berjalan buruk, sejumlah pihak khawatir hal itu dapat mempercepat penurunan pengaruh global AS dan mengungkap batas dominasi militernya.
Dalam skenario itu, Israel berisiko dipandang sebagai pendorong AS ke konflik mahal yang mempercepat kemunduran Washington.
(bac)
Add
as a preferred source on Google

14 hours ago
2

















































