Destry Damayanti (kiri) sebagai calon Gubernur Bank Indonesia (BI).(Antara)
PRESIDEN Prabowo Subianto secara resmi menunjuk Destry Damayanti sebagai calon Gubernur Bank Indonesia (BI). Keputusan ini didasarkan pada pertimbangan matang mengenai rekam jejak panjang dan kompetensi mendalam yang dimiliki Destry di sektor keuangan nasional.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pengalaman Destry selama puluhan tahun menjadi faktor kunci. Penunjukan ini juga mempertimbangkan posisi strategis yang saat ini masih diemban Destry di bank sentral.
Prasetyo menekankan bahwa dedikasi Destry di bidang keuangan telah dimulai sejak menempuh pendidikan sarjana hingga pengabdian profesionalnya selama berdekade-dekade. Salah satu poin krusial yang menjadi nilai tambah adalah masa jabatannya sebagai Deputi Gubernur Senior (DGS) BI selama dua periode.
"Ya yang pasti rekam jejak beliau kan. Rekam jejak beliau yang mulai dari ilmu sarjana sampai mengabdikan diri sekian puluh tahun di bidang keuangan, dan beliau juga dua kali, dua periode menjadi Deputi Gubernur Senior," ujar Prasetyo di Jakarta, Rabu (12/8).
Menurutnya, kombinasi antara latar belakang pendidikan, pengalaman praktis, dan kepemimpinan di internal Bank Indonesia menjadikan Destry sosok yang paling relevan untuk memimpin otoritas moneter tersebut. "Itu salah satu alasan yang paling mendasar. Dan tentu kompetensi kan," imbuhnya.
Profil Singkat Calon Gubernur BI
| Nama Calon | Destry Damayanti |
| Jabatan Saat Ini | Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia |
| Pengalaman DGS | Dua Periode |
| Fokus Utama | Sektor Keuangan dan Moneter |
Teka-teki Deputi Gubernur Senior
Meski nama calon Gubernur telah dikonfirmasi, Istana masih menutup rapat mengenai sosok yang akan mengisi posisi Deputi Gubernur Senior BI yang akan ditinggalkan Destry. Muncul spekulasi bahwa Aida S. Budiman menjadi calon kuat untuk posisi tersebut.
Namun, Prasetyo Hadi enggan memberikan konfirmasi lebih lanjut mengenai nama Aida. Ia menegaskan bahwa pengumuman resmi merupakan kewenangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
"Kita tunggu dari DPR. DPR yang menyampaikan. Saya sudah janji tidak akan menyampaikan," tutur Prasetyo menutup keterangannya.
Proses selanjutnya akan bergantung pada uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di DPR sebelum akhirnya dilantik secara resmi oleh Presiden untuk memimpin Bank Indonesia dalam periode mendatang. (Mir/I-1)















































