CNN Indonesia
Jumat, 24 Apr 2026 01:00 WIB
Ilustrasi penumpang di kabin pesawat. (iStockphoto/wisely)
Jakarta, CNN Indonesia --
Memilih pakaian untuk penerbangan ke luar negeri mungkin terdengar sepele, namun seorang istri pilot profesional justru memperingatkan pelancong untuk lebih selektif.
Ternyata, pilihan outfit yang salah bisa memicu masalah kesehatan dan ketidaknyamanan yang serius selama berada di pesawat.
Laurie, yang dikenal lewat kanal Travel Tips by Laurie, membagikan panduan berbusana di bandara berdasarkan pengalamannya selama 23 tahun mendampingi sang suami yang berprofesi sebagai pilot.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski tidak dilarang, Laurie sangat menyarankan penumpang untuk menghindari celana denim atau jeans yang kaku serta berbahan kulit. Mengapa?
Sebab, bahan yang tidak elastis dapat menghambat sirkulasi darah, terutama saat duduk dalam waktu lama di ruang sempit seperti di kabin pesawat.
Selain itu, pakaian yang terlalu ketat meningkatkan risiko Deep Vein Thrombosis (DVT) atau penggumpalan darah pada pembuluh vena dalam.
Melansir Mirror, tekanan kabin selama penerbangan sering kali memicu perut kembung. Ikat pinggang denim yang kaku akan terasa sangat menyiksa saat tubuh secara alami mengembang akibat tekanan udara yang berkurang.
Selain denim, Laurie juga menyoroti beberapa jenis pakaian yang sebaiknya tetap tersimpan di dalam koper ketimbang dipakai saat penerbangan di antaranya:
1. Pakaian Berwarna Putih: Laurie menyebutkan bahwa dalam dua dekade pengalamannya, baju putih sangat mudah terkena noda. Baik itu noda dari bagasi kabin saat menurunkan koper, maupun sisa makanan dari kursi di ruang tunggu bandara.
2. Jumpsuit yang Rumit: Hindari pakaian terusan yang sulit dilepas. "Ini hanya akan menambah stres Anda, terutama di dalam toilet pesawat yang sangat sempit dan terbatas," jelasnya.
3. Aksesori Berlebihan: Celana jeans tebal dengan banyak kancing atau ikat pinggang besar cenderung memicu alarm di titik pemeriksaan keamanan, yang justru akan menghambat perjalanan Anda.
Memasuki tren perjalanan di tahun 2026, kenyamanan kini menjadi prioritas utama ketimbang sekadar tampil modis. Para ahli menyarankan traveler untuk beralih ke pakaian olahraga yang stylish namun elastis.
Selain itu, celana kain longgar seperti jogger juga direkomendasikan karena memberikan ruang bagi tubuh untuk bernapas. Jika kamu tetap ingin memakai jeans, pastikan memilih bahan yang sangat lentur.
Memakai jeans mungkin terasa seperti trik cerdas untuk menghemat ruang koper, namun dampak kesehatan dan ketidaknyamanannya jauh lebih besar daripada keuntungan ruang yang didapat.
(wiw)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
3

















































