Jakarta, CNN Indonesia --
Jan Olde Riekerink menilai Dewa United bisa meniru mentalitas Liverpool menjelang laga melawan Manila Digger dalam Challenge League.
Dewa United akan menjalani laga leg kedua AFC Challenge League 2025/2026 di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Kamis (12/3). Pad leg pertama Dewa kalah 0-1 dari Manila.
Kekalahan tersebut masih bisa dibalas oleh Dewa. Jan Olde percaya tim asuhannya akan unggul dalam laga kandang. Bahkan unggul dengan selisih dua gol agar lolos ke babak semifinal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya melihat komentar setelah pertandingan Galatasaray melawan Liverpool. Liverpool kalah 0-1 dan mereka berkata, oke, kami akan membalasnya di kandang," kata Jan Olde, Rabu (11/3).
"Saya pikir itu juga sikap yang kami miliki. Tentu saja, kami kalah 0-1 [di leg pertama]. Ini adalah permainan strategi. Kami bermain di lapangan artifisial," ujarnya.
Salah satu kendala yang membuat Dewa United agak kesulitan saat main di Manila, Stadion Rizal Memorial, adalah lapangan artifisial. Kini, Dewa akan bermain di lapangan rumput.
"Sekarang kami bermain di sini [kandang/lapangan rumput] dan saya masih berpikir kami memiliki tujuan yang jelas, yaitu memenangkan pertandingan," kata Jan Olde.
Pelatih asal Belanda ini mengakui, kendala lain tim asuhannya adalah sentuhan akhir. Hingga kini lini depan Dewa United kurang disegani lawan karena kurang tajam.
"Kami lebih fokus pada jumlah pemain di depan gawang. Karena pada akhirnya, sentuhan akhir selalu tentang bakat," ucap Jan Olde, yang pernah berkiprah di Afrika ini.
"Itu [sentuhan akhir] akan sangat membantu, tetapi di baliknya ada banyak hal yang harus kami sesuaikan. Saya pikir kami berhasil melakukannya dalam beberapa hari yang kami miliki."
(abs/jal)

6 hours ago
3

















































