Jelang Libur Panjang Lebaran, Asing Terciduk Borong Saham Ini

14 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia — Investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih (net foreign buy) di pasar saham domestik pada perdagangan kemarin, Kamis (12/3/2026). Berdasarkan data perdagangan, total net foreign buy mencapai Rp1 triliun dari total nilai transaksi Rp10,01 triliun.

Sejumlah saham sektor energi, perbankan, hingga telekomunikasi menjadi incaran utama investor global menjelang libur panjang lebaran tahun ini. Sebagai informasi, bursa saham Tanah Air akan libur pada 18-24 Maret 2026 seiring dengan perayaan Hari Suci Nyepi dan Idulfitri.

Saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO) menjadi yang paling banyak diborong asing dengan nilai beli bersih mencapai Rp209,7 miliar.

Di posisi kedua terdapat saham Adaro Andalan Indonesia (AADI) dengan net foreign buy sebesar Rp196,3 miliar, diikuti oleh Bank Mandiri (BMRI) yang mencatat pembelian bersih asing sekitar Rp184,8 miliar.

Selain itu, saham Sinarmas Multiartha (SMMA) juga masuk daftar saham yang banyak dikoleksi asing dengan net buy sekitar Rp180,5 miliar. 

Selengkapnya, berikut 10 saham dengan net buy asing terbesar pada perdagangan kemarin:

  1. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) - Rp209,7 miliar
  2. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) - Rp196,3 miliar
  3. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) - Rp184,8 miliar
  4. PT Sinar Mas Multuartha Tbk (SMMA) - Rp180,5 miliar
  5. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) - Rp108,5 miliar
  6. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) - Rp100,4 miliar
  7. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) - Rp59,6 miliar
  8. PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) - Rp54,7 miliar
  9. PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA) - Rp50,6 miliar
  10. PT Astra International Tbk (ASII) - Rp48,9 miliar

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 0,37% atau melemah 27,28 poin ke level 7.362,12 pada akhir perdagangan sesi kedua kemarin

Sebanyak 211 saham naik, 461 turun, dan 149 lainnya tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 13,38 triliun melibatkan 26,81 miliar saham dalam 1,61 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun turun jadi Rp 13.150 triliun

Mayoritas sektor perdagangan melemah dengan koreksi paling dalam dicatatkan oleh sektor infrastruktur, properti dan konsumer non primer. Adapun hanya sektor teknologi dan finansial yang menguat.

Saham emiten berkapitalisasi besar tercatat menjadi penggerak kinerja IHSG. Tercatat saham-saham yang menopang kinerja IHSG kemarin, termasuk DCII, BBCA, BMRI, BYAN, dan SMMA.

Sementara itu beban terbesar IHSG adalah pelemahan saham BREN, DSSA, BRMS, VKTR dan MORA.

(mkh/mkh)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |