Jakarta, CNN Indonesia --
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan serangan ke kapal perusak Amerika Serikat di Samudra Hindia menyusul perang yang membara imbas gempuran brutal AS-Israel ke negara tersebut sejak pekan lalu.
Dalam rilis resmi pada Rabu (3/3), IRGC menggunakan rudal Qadr 360 dan Talaeiyeh dalam dari Angkatan Laut dalam menyerang kapal perusak AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapal perusak AS sedang mengisi bahan bakar dari kapal tanker di Samudra Hindia, atau sekitar 650 km dari selatan Iran, demikian dikutip media semi pemerintah Iran, Tasnim.
Menurut laporan intelijen, serangan tersebut memicu kebakaran hebat di dek dua kapal tersebut. Operasi ini merupakan balasan Iran usai dihajar AS-Israel pada 28 Februari.
Serangan AS-Israel menyebabkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan keluarganya tewas. Selain itu, Menteri Pertahanan dan Panglima IRGC juga ikut terbunuh imbas serangan mereka.
Iran tak tinggal diam. Di hari yang sama, mereka sudah meluncurkan balasan. IRGC semakin masif meluncurkan balasan usai Khamenei resmi dinyatakan tewas akibat serangan AS-Israel.
Iran membalas serangan ke Israel dan mengincar aset AS seperti pangkalan militer dan fasilitas diplomatik di Timur Tengah.
Dalam salah satu rilis, IRGC menyatakan telah meluncurkan 230 drone di sejumlah pangkalan militer AS termasuk Pangkalan Negeri Paman San di Erbil, Irak, pangkalan AS di Kuwait, hingga di Bahrain.
Pihak AS disebut sempat menawarkan negosiasi, tetapi Iran menolak. Mereka bahkan menyatakan siap perang berkepanjangan untuk menghukum pelaku agresi.
(isa/bac)

2 hours ago
2
















































