Kapitalisasi Pasar Tembus Rp12.406 Triliun, Sinyal IHSG Bangkit?

7 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kinerja perdagangan saham menunjukkan penguatan sepanjang periode 4 hingga 8 Mei 2026. Meski aktivitas transaksi meningkat signifikan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bertahan di bawah level psikologis 7.000.

BEI mencatat peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata volume transaksi harian yang naik 23,57 persen menjadi 45,86 miliar lembar saham dibandingkan 37,11 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya. “Data perdagangan saham di BEI selama periode 4—8 Mei 2026 ditutup positif. Peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata volume transaksi harian BEI pekan ini yang naik sebesar 23,57 persen menjadi 45,86 miliar lembar saham dari 37,11 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya,” tulis BEI dalam keterangannya, dikutip Ahad (10/5/2026).

Rata-rata nilai transaksi harian turut meningkat 26,14 persen menjadi Rp23,06 triliun dari Rp18,27 triliun pada pekan sebelumnya. Sementara itu, frekuensi transaksi harian naik 9 persen menjadi 2,55 juta kali transaksi dibandingkan 2,34 juta kali transaksi pada pekan lalu.

IHSG selama sepekan menguat 0,18 persen dan ditutup di level 6.969,396 dari posisi 6.956,804 pada pekan sebelumnya. Kapitalisasi pasar BEI juga meningkat 0,19 persen menjadi Rp12.406 triliun dari Rp12.382 triliun. “IHSG selama sepekan mengalami peningkatan sebesar 0,18 persen dan ditutup pada level 6.969,396 dari 6.956,804 pada pekan lalu. Kapitalisasi pasar BEI turut meningkat sebesar 0,19 persen menjadi Rp12.406 triliun dari Rp12.382 triliun pada pekan sebelumnya,” tulis BEI.

Dari sisi investor, pelaku asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp 11,42 triliun pada akhir pekan ini. Namun secara kumulatif sepanjang 2026, investor asing masih mencatatkan jual bersih sebesar Rp37,61 triliun.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kondisi industri pasar modal domestik mulai membaik setelah sempat mengalami tekanan pada Januari hingga Februari 2026. Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan dinamika pasar dipengaruhi meningkatnya ketidakpastian global. “Pasar modal dalam negeri bergerak dinamis di kuartal I tahun ini, seiring peningkatan ketidakpastian global,” kata Friderica dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan di Kompleks BI, Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Sebagai evaluasi kuartal I 2026, IHSG tercatat berada di level 7.048,22 per 31 Maret 2026 atau terkoreksi 18,49 persen, namun masih tumbuh positif 8,26 persen secara tahunan. Memasuki Mei 2026, IHSG kembali menunjukkan tren penguatan.

"Memasuki bulan Mei 2026, IHSG menunjukkan tren penguatan, per 5 Mei 2026 ditutup pada level 7.057,11, sehingga indeks telah terapresiasi sebesar 1,44 persen secara month to date,” ujarnya.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |