Karhutla di Jawa Barat Meluas ke 19 Kabupaten dan Kota, Sumedang Terbanyak

3 hours ago 2
Karhutla di Jawa Barat Meluas ke 19 Kabupaten dan Kota, Sumedang Terbanyak Tim BPBD Kabupaten Bandung melakukan pemadaman api yang membakar lahan di di Kampung Badaraksa, Desa Jelegong, Kecamatan Kutawaringin.(Dok BPBD Kabuopaten bandung)

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Jawa Barat dilaporkan terus meluas. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 19 kabupaten dan kota dari total 27 wilayah di Jawa Barat telah terdampak oleh peristiwa kebakaran tersebut.

Juru Bicara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, Hadi Rahmat, mengungkapkan bahwa intensitas kebakaran mengalami peningkatan signifikan seiring kondisi cuaca yang kering. Berdasarkan data terbaru, Kabupaten Sumedang menjadi wilayah dengan jumlah kejadian tertinggi.

"Jumlah kejadian karhutla mencapai 111 peristiwa. Total luasan lahan dan hutan yang terbakar mencapai 168 hektare," ujar Hadi Rahmat dalam keterangannya, Rabu (19/8/2026).

Wilayah Terdampak Paling Parah

Data BPBD menunjukkan distribusi kebakaran yang cukup merata di belasan wilayah. Kabupaten Sumedang memimpin dengan total 19 peristiwa kebakaran. Selain Sumedang, beberapa wilayah lain juga mencatatkan angka kejadian yang cukup tinggi, di antaranya:

  • Kabupaten Sukabumi: 12 kejadian
  • Kabupaten Majalengka: 11 kejadian
  • Kabupaten Bandung: 11 kejadian

Faktor Manusia Jadi Pemicu Utama

Hadi menjelaskan bahwa selain faktor alam berupa kondisi lahan yang sudah sangat kering akibat musim kemarau, ulah manusia masih menjadi pemicu utama terjadinya api. Aktivitas sepele seperti membakar sampah atau membuang puntung rokok sembarangan di area terbuka sering kali berujung pada kebakaran besar.

Selain melanda kawasan hutan, BPBD juga menyoroti kerawanan kebakaran lahan kering di sepanjang pinggir jalan tol. Lokasi ini dinilai rentan karena paparan panas yang tinggi dan banyaknya material mudah terbakar seperti rumput kering.

Imbauan BPBD: Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak menyulut api atau melakukan pembakaran di sekitar lahan yang sudah sangat kering guna mencegah perluasan dampak karhutla.

Hingga saat ini, petugas gabungan di berbagai daerah terus disiagakan untuk melakukan pemadaman dan mitigasi guna mencegah api merembet ke pemukiman warga.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |