Asap akibat kebakaran juga berdampak ke negara tetangga di ASEAN(Antara Foto)
JURU Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Vahd Nabyl A. Mulachela menyampaikan Indonesia berkoordinasi dengan negara-negara ASEAN yang terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebab, asap lintas negara akibat karhutla di Kalimantan dan Sumatra turut mempengaruhi kualitas udara di negara lain.
"Indonesia senantiasa mengedepankan kerja sama dengan negara-negara tetangga, menjaga hubungan bilateral yang baik, khususnya dalam menghadapi isu lingkungan yang memiliki dampak lintas batas seperti kabut asap," terang Nabyl di Jakarta, Sabtu (5/9).
Penanganan kabut asap, kata dia, dilakukan melalui mekanisme Kesepakatan ASEAN tentang Polusi Kabut Asap Lintas Batas atau Agreement on Transboundary Haze Pollution. Hal itu, klaim Kemenlu, sudah dilakukan secara konsisten oleh Indonesia.
Nabyl mencatat bahwa Sekretariat ASEAN sebagai kantor interim Pusat Koordinasi ASEAN untuk Pengendalian Kabut Asap Lintas Batas (ACC THPC) telah menerapkan status Siaga 3 di tingkat kawasan pada 26 Agustus 2026.
Dengan penetapan status siaga bencana, ASEC menginstruksikan semua negara ASEAN menyampaikan laporan situasi (SITREP) harian, termasuk menyertakan peta trajektori asap, dan mendistribusikannya kepada seluruh negara anggota ASEAN. Indonesia, kata dia, memenuhi kewajiban pelaporan harian dan tindakan wajib status Siaga 3 sesuai prosedur standar.
Ia menjelaskan tindakan wajib bagi Indonesia yakni proaktif melaporkan data titik panas, kondisi lingkungan, indikasi pergerakan asap, serta langkah-langkah penanggulangan karhutla yang sudah ditempuh kepada ASEC selaku kantor interim ACC THPC.
"Pertemuan berkala untuk membahas isu kabut asap dan koordinasi tindak lanjutnya," kata Nabyl.
Berdasarkan data Sipongi milik Kementerian Kehutanan per 1 September 2026, hotspot (titik panas) di Kalimantan Barat dari sebelumnya 273 titik naik menjadi 859, Kalimantan Tengah dari 253 menjadi 623, Sumatera Selatan dari 20 menjadi 89, Kalimantan Selatan dari 22 menjadi 73, Riau tetap pada posisi 0, sementara Jambi dari 0 menjadi 4 hotspot.
Kabut asap akibat karhutla di Indonesia dilaporkan berdampak hingga ke Sabah dan Sarawak di Malaysia, Singapura, Brunei, dan ke Filipina, termasuk ibu kota Manila. (Ant/H-4)

















































