REPUBLIKA.CO.ID, KOTAWARINGIN TIMUR -- Sekitar 40 orang bahu-membahu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Kanyala, Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, pada Kamis (10/9/2026). Sudah dua hari terakhir, lahan gambut milik masyarakat itu kebakaran.
Beberapa petugas memadamkan api menggunakan selang dari kendaraan pemadam kebakaran (damkar), ada juga yang menggunakan ekskavator membuat sekat, sementara sebagian menggunakan ember untuk menyiram api yang menyala. Beberapa kali, helikopter juga menyiramkan air dari udara menggunakan metode water bombing.
Upaya itu merupakan inisiatif Musim Mas Group bersama masyarakat sekitar untuk memadamkan karhutla di wilayah Kalimantan Tengah. Pasalnya, kebakaran telah melanda sebagian wilayah Kalimantan sejak dua bulan terakhir.
Asisten Kepala Training Center Musim Mas Group sekaligus Koordinator Regu Pemadam Kebakaran Musim Mas Group, Suparman, mengatakan karhutla telah dua hari terakhir melanda wilayah Desa Kanyala. Sejak saat itu, regu pemadaman berjumlah sekitar 50 orang yang dipimpinnya langsung terjun ke lokasi untuk melakukan penanganan.
"Karena kita mau cepat padam, masyarakat bebas menghirup udara segar dan kita juga bebas beraktivitas untuk bekerja ataupun aktivitas lainnya," kata dia di lokasi terdampak karhutla, Kamis siang.
Ia menjelaskan, pihaknya tidak hanya melakukan pemadaman dengan operasi darat. Satu unit helikopter juga diterjunkan untuk melakukan water bombing, lantaran terdapat area terbakar yang sulit dijangkau dari darat.
Meski begitu, timnya juga mengalami sejumlah kendala dalam melakukan pemadaman. Salah satu kendala utama yang dihadapinya adalah ketersediaan air yang menipis.
Suparman mengungkapkan, jarak sumber air dari lokasi kebakaran itu berkisar 500 meter hingga 1 kilometer. Karena itu, pihaknya mesti menerjunkan kendaraan damkar untuk menyedot air dari sumber terdekat.
"Jadi kita menggunakan mobil tangki air untuk ambil air," kata dia.
Berdasarkan pantauan Republika di lokasi, asap tebal menyelimuti area yang terbakar tersebut. Hawa panas di tengah musim kemarau juga membuat energi para petugas dapat dengan mudah terkuras. Namun, para petugas tersebut tetap berupaya untuk memadamkan api dengan cepat.
Setelah api mulai hilang, sejumlah petugas sejenak beristirahat. Namun, tak lama kemudian api kembali muncul dari lahan yang masih berasap tersebut, lantaran kawasan itu merupakan lahan gambut yang relatif sulit untuk dipadamkan.
Meski begitu, para petugas pemadaman yang merupakan karyawan Musim Mas Group tersebut tetap kembali berupaya memadamkan api. "Jadi, apapun yang terjadi di lapangan, masalah apapun terjadi di lapangan, kita segera mengantisipasi dan berkoordinasi dengan pimpinan kita, baik terkait air ataupun hal lainnya," ujar Suparman.
Pemadaman yang dilakukan di Desa Kenyala itu bukan upaya pertama yang dilakukan Musim Mas Group. Sudah sejak dua bulan terkahir para karyawan di perusahaan tersebut diberikan tugas khusus untuk menanggulangi karhutla.
Manajer Survei Musim Mas Group sekaligus Koordinator Penanggulangan Karhutla Musim Mas Group wilayah Kalimantan, Bangun Hapsoro, penanggulangan karhutla merupakan komitmen perusahaan. Karena itu, Musim Mas juga berinisiatif untuk ikut menanggulangi karhutla yang tengah melanda Kalimantan Tengah walau berada di luar konsesi perusahaan.
Ia mengungkapkan, pihaknya tidak hanya melakukan upaya pemadaman melalui operasi darat. Pihaknya juga menggunakan helikopter untuk melakukan water bombing di lokasi terdampak kebakaran.
"Saat ini kami memiliki beberapa tim yang tersebar di wilayah Kalimantan yang berupaya untuk memadamkan api yang sangat masif dan juga melakukan water bombing," kata Bangun.
Ia menyebutkan, saat ini terdapat 1.000 personel yang diterjunkan untuk melakukan Penanggulangan karhutla, yang seluruhnya merupakan karyawan perusahaan. Pihaknya juga menerjunkan 16 unit kendaraan damkar dan satu unit helikopter untuk melakukan water bombing.
Tak hanya itu, Musim Mas Group juga berkolaborasi dengan masyarakat sekitar untuk melakukan penanggulangan karhutla. Termasuk dengan pemerintah daerah, tentara, kepolisian, serta relawan lainnya.
Setidaknya, hingga saat ini pihaknya telah membantu penanganan karhutla di 13 desa wilayah Kalimantan Tengah. Desa-desa itu adalah Desa Sebabi, Desa Kenyala, Desa Tanah Putih, Desa Hanjalipan, Desa Tangar, Desa Baampah, Desa Penyang, Desa Camba, Desa Soren, Desa Bagendang Tengah, Desa Natai Baru, Desa Palangan, dan Desa Kandan.
"Saat ini, kami terus memperkuat kolaborasi dengan masyarakat sekitar. Kami juga bekerja sama dengan Manggala Agni, pemerintah daerah, dan BPBD dalam upaya penanganan Karhutla. Melalui kerja sama ini, kami berharap penanganan dapat dilakukan secara lebih cepat dan efektif hingga kondisi benar-benar aman," kata dia.
Bangun mengungkapkan, banyak kendala dalam penanganan karhutla di wilayah Kalimantan Tengah. Salah satunya adalah banyaknya kebakaran yang terjadi secara bersamaan, sehingga pihaknya harus melakukan pengaturan agar pelaksanaannya bisa optimal.
Selain itu, lokasi terjadinya karhutla tidak selalu berlokasi dekat. Alhasil, diperlukan waktu menjangkau tempat-tempat atau terpencil tersebut. Karenanya, ia berharap karhutla di Kalimantan bisa segera teratasi.
Tak hanya melakukan penangan, perusahaan tersebut juga telah melakukan upaya preventif dengan membuat program Masyarakat Bebas Api. Program itu yang telah berjalan sejak 2015 tersebut kini telah dilakukan di 29 desa wilayah Kalimantan Tengah, dengan memberikan dukungan berupa peralatan pemadaman seperti alkon, selang, dan nozel. Tak hanya itu, perusahaan tersebut juga memberikan pelatihan bagi masyarakat peduli api juga dilakukan rutin dua kali dalam setahun.

2 hours ago
3
















































