KH Said Aqil Apresiasi Kitab Ithafu Ummati Al-Muqtafa Karya Kiai Zulfa, Berharap NU Terus Berkembang

9 hours ago 13

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof KH Said Aqil Siroj mengapresiasi terbitnya kitab Ithafu Ummati Al-Muqtafa karya Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa. Karya ilmiah berbahasa Arab tersebut lahir dari sanad keilmuan Nusantara dan ditulis oleh seorang santri yang menimba ilmu langsung dari para ulama terkemuka.

“Penulisnya adalah seorang santri yang menimba langsung ilmuny dari mata air pengetahuan di Kajen Pati, Jawa Tengah yakni salah satunya KH Sahal Mahfudz, Rais Aam yang telah mashur kealimannya dalam bidang ilmu fikih dan ushul fikih,” ucap Kiai Mujib Qulyubi membacakan sambutan mewakili KH Said Aqil di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat pada Jumat (10/7/2026).

Kitab ini, imbuh Kiai Said, menjadi ikhtiar penting dalam menghidupkan kembali semangat keilmuan pesantren yang mendalam, bersanad dan membumi, terutama di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap dangkal.

"Di tengah derasnya informasi teknologi yang serba digital dan dangkal maka membuat satu rujukan yang berakar kokoh dalam satu bidang keilmuan seperti kitab ini merupakan kebutuhan mendasar bagi perkembangan ilmu pengetahuan," ujarnya.

Ia menilai karya KH Zulfa juga mengingatkan bahwa Nahdlatul Ulama tidak hanya berkutat pada urusan administratif organisasi, tetapi juga bertumpu pada khazanah keilmuan yang menjadi ruh perjuangannya.

“Di tengah kesibukannya menjadi Wakil Ketua Umum PBNU, KH Zulfa menyadarkan kita tugas NU bukan hanya sekadar urusan administratif keorganisasian tetapi juga tentang Khazanah keilmuan,” kata dia.

Menurutnya, NU akan semakin maju dan berkembang apabila mampu berjalan di atas fondasi ilmu pengetahuan yang kuat, sekaligus didukung tata kelola organisasi yang baik.

"Kita berharap melalui buku ini dapat menggali lebih dalam isi, metodologi, relevansi, serta gagasan yang terkandung dalam kitab ini," ucap dia.

Kiai Said turut mengapresiasi kehadiran karya tersebut yang dinilai mampu menghidupkan kembali tradisi literasi di dunia pesantren. Menurutnya, kitab Ithafu Ummati Al-Muqtafa menjadi bagian penting dalam menjaga dan mengembangkan khazanah keilmuan Islam.

"Semoga ini menjadi pemantik bagi para alim, intelektual, dan cendekiawan di lingkungan NU untuk terus mengembangkan kajian turats secara lebih luas, sehingga dapat menjawab berbagai tantangan masyarakat di tengah era globalisasi," kata Kiai Said.

Kegiatan bertajuk Launching & Bedah Kitab Ithafu Ummati Al-Muqtafa tersebut dihadiri jajaran PBNU, pengurus PWNU, hingga PCNU dari berbagai daerah. Sejumlah tokoh turut hadir sebagai pensyarah kitab, di antaranya KH Abdul Ghofur Maimun (Gus Ghofur), KH Mujib Qulyubi, dan KH Abdullah Syamsul Arifin.

Kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa menghimpun empat karya berbahasa Arab yang membahas metodologi Bahtsul Masail, ushul fikih, fatwa kontemporer, serta sejarah intelektual Syekh Nawawi al-Bantani.

Salah satu pembahasan utamanya mengulas metodologi pengambilan keputusan hukum di lingkungan NU yang menekankan pentingnya memahami tujuan syariat (maqashid syariah ), kondisi sosial, adat istiadat, hingga perkembangan zaman sebelum ditetapkannya sebuah fatwa.

Kitab ini dikarang langsung oleh Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa. Ia lahir pada 7 Agustus 1977 di Jakarta dalam lingkungan keluarga ulama. Ayahnya adalah KH Muqarrabin dari Pekalongan dan ibunya Nyai Hajjah Marhumah Latifah dari Kresek, Tangerang.

Dengan latar belakang keluarga tersebut, ia merupakan bagian dari keturunan ulama besar Nusantara. Ia juga merupakan keponakan Wakil Presiden Ma’ruf Amin serta keturunan Syekh Nawawi al-Bantani.

Pendidikan formalnya dimulai di SD Al-Jihad Tanjung Priok hingga kelas tiga, lalu ia melanjutkan sekolah dasar di Pekalongan. Pendidikan tingkat tsanawiyah ditempuh di Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Simbangkulon dan Pesantren Mathali’ul Falah Kajen, Pati.

Ia menamatkan jenjang aliyah pada 1996, kemudian memperdalam keilmuan hingga meraih Doktor Honoris Causa dalam Ilmu Arudl dari UINSA Surabaya.

Kiprah Zulfa di organisasi NU dimulai sejak muda. Ia pernah menjadi Wakil Ketua Umum GP Ansor periode 2015–2020. Pada periode yang sama, ia juga dipercaya sebagai Ketua Lembaga Baitul Mal PBNU. Selanjutnya pada 2021–2026, ia masuk struktur sebagai Katib Syuriyah PBNU.

Kariernya terus menanjak ketika terpilih sebagai Wakil Ketua Umum Tanfidziyah PBNU untuk periode 2022–2027, posisi yang membuatnya menjadi salah satu figur penting dalam kepengurusan PBNU.

Di luar PBNU, ia turut memegang sejumlah jabatan, antara lain Sekretaris Jenderal MUI DKI Jakarta serta Ketua Komite Fatwa BPJPH Kementerian Agama.

Keilmuannya dalam bidang ushul fiqh dikenal luas. Ia juga dikenal sebagai penyair dan penulis berbagai karya, termasuk syair biografi Syekh Nawawi al-Bantani.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |