Pria berlatih sebelum mengikuti ajang Hyrox (ilustrasi). pihak penyelenggara Hyrox akhirnya merilis pernyataan resmi melalui akun Instagram mereka atas insiden seorang atlet yang buang air besar di celana saat tanding.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dunia olahraga Hyrox mendadak dihebohkan oleh insiden tak terduga yang terjadi dalam ajang Hyrox di China. Seorang atlet asal Australia, Joanna Wietrzyk, buang air besar di celana saat bertanding namun tetap melanjutkan perlombaan hingga garis finis.
Menanggapi kontroversi yang kian memanas tersebut, pihak Hyrox World akhirnya merilis pernyataan resmi melalui akun Instagram mereka. Manajemen Hyrox mengakui adanya kerancuan penerapan protokol kesehatan dan penanganan bahan berbahaya biologis di lapangan. Penyelenggara juga meminta agar publik tidak melakukan pelecehan atau perundungan terhadap para atlet.
Dalam pernyataan resminya, pihak Hyrox Official menjelaskan mereka telah memiliki aturan medis dan prosedur penanganan kontaminasi biologis yang jelas. Meski demikian, dinamika di lapangan menunjukkan adanya area abu-abu saat aturan tersebut diterapkan dalam situasi darurat.
“Dalam kasus ini, timbul situasi tak terduga di mana protokol yang dirancang untuk kompetisi dan partisipasi massal menjadi 'kabur' sehingga menciptakan ambiguitas dalam penerapan dan pemahamannya,” kata dia dikutip dari akun Instagram @hyroxworld pada Senin (14/11/2026).
Pihak manajemen menyadari bahwa kekaburan penerapan aturan tersebut memicu kekecewaan dan keraguan di kalangan komunitas. Mereka berkomitmen untuk mengevaluasi kejadian ini demi memperjelas regulasi di masa mendatang tanpa mengorbankan keselamatan peserta.
Selain menyoroti masalah teknis dan protokol keselamatan, Hyrox memberikan perhatian terhadap perlakuan yang diterima oleh atlet pasca-insiden. Potongan video dan foto kejadian yang beredar luas di media sosial memicu ribuan komentar negatif. Hyrox mEmilia kemarahan atau kritik publik atas penyelengaraan acara seharusnya ditujukan kepada pihak panitia, bukan dijadikan alasan untuk menyerang pribadi atlet yang telah berjuang di lapangan.
“Frustrasi tidak boleh diarahkan kepada para atlet itu sendiri. Merekalah orang-orang yang mempertaruhkan diri, bertanding di tingkat tertinggi, dan menjadikan kompetisi ini sebagaimana mestinya. Tidak ada tempat di komunitas kami untuk ancaman kekerasan atau dorongan untuk membahayakan atlet,” tulis Hyrox.

1 hour ago
5















































