Korsel Kerahkan 14 Ribu Polisi Amankan Putusan Pemakzulan Yoon Suk Yeo

1 day ago 5

CNN Indonesia

Rabu, 02 Apr 2025 19:40 WIB

Polisi Korea Selatan mengerahkan 14.000 personel untuk mengamankan putusan pemakzulan Yoon Suk Yeol. Polisi Korea Selatan mengerahkan 14.000 personel untuk mengamankan putusan pemakzulan Yoon Suk Yeol. (REUTERS/Kim Hong-Ji)

Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi Korea Selatan mengerahkan 14.000 personel untuk mengamankan putusan pemakzulan Yoon Suk Yeol pada Jumat (4/4).

Sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan saat ini polisi berada dalam status "Gapho" atau tingkat siaga tertinggi dalam kepolisian, demikian dikutip Korea Times, Rabu (2/4).

Polisi, lanjut dia, juga menempatkan seluruh pasukan yang tersedia dalam keadaan siaga darurat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, pihak polisi akan segera menangkap pelaku yang berusaha masuk ke Kompleks Mahkamah Konstitusi saat hari putusan Yoon.

Polisi juga bakal meningkatkan keamanan secara ketat untuk seluruh hakim MK Korsel.

Jika Yoon memutuskan hadir di pengadilan untuk mendengar putusan, polisi akan mengambil tindakan mengamankan jalan dari kediaman dia menuju Mahkamah Konstitusi.

Selain itu, polisi akan memisahkan para pengunjuk rasa yang menyerukan atau menentang pemakzulan Yoon di sepanjang jalan.

Perwakilan hukum Yoon mengatakan keputusan belum diambil mengenai apakah Yoon akan hadir di pengadilan lusa.

MK Korsel akan memutuskan status pemakzulan Yoon pada Jumat pukul 11.00 waktu setempat.

Yoon dimakzulkan DPR pada Desember 2024 usai menetapkan status darurat Korsel.

Saat itu, Yoon juga mengirim pasukan ke Majelis Nasional untuk menghalangi parlemen masuk ke gedung dan membatalkan deklarasi darurat militer.

DPR menilai tindakan Yoon masuk kategori pengkhianatan negara. Usai dimakzulkan di parlemen status itu bergulir di MK.

Jika MK meresmikan pemakzulan Yoon, Korsel harus menggelar pemilu dalam waktu 60 hari. Namun, jika pemakzulan itu dibatalkan dia bisa kembali duduk di kursi kepresidenan.

(isa/isn)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |