Mahasiswa UNM Tembus Industri Edutech Lewat Program IEP 3+1

1 hour ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Universitas Nusa Mandiri (UNM) menegaskan kualitas lulusannya melalui kiprah mahasiswa Program Studi (Prodi) Bisnis Digital di dunia industri. Yanetia Ranjevi, mahasiswa Prodi Bisnis Digital UNM, menjalani program magang sebagai Social Media Specialist di perusahaan edutech nasional Vocasia Eduka Technology melalui program Internship Experience Program (IEP) 3+1.

Program magang ini berlangsung sejak 3 Juli hingga 31 Desember 2025, setelah Yanetia dinyatakan lolos seleksi pada Juni 2025. Selama enam bulan, ia terlibat langsung dalam berbagai aktivitas strategis pengelolaan media sosial perusahaan, mulai dari pembuatan konten, penulisan copywriting, riset dan analisis konten, pengeditan video ringan, penyusunan content brief, hingga evaluasi performa digital campaign.

Minat kuat Yanetia pada bidang digital marketing, khususnya copywriting dan media sosial, menjadi modal utama dalam menjalani magang. Ia juga mengaku kebiasaan membaca membantunya memperkaya sudut pandang dan kreativitas dalam merancang konten yang komunikatif dan relevan dengan target audiens.

“Proses tidak selalu cepat, tapi selama kita konsisten belajar dan berkembang, hasil akan datang pada waktunya,” kata Yanetia, dalam keterangan rilis, Kamis (15/1/2026).

Magang di Vocasia juga tidak mudah. Yanetia harus melalui proses seleksi dan penyaringan CV, kemudian dilanjutkan dengan wawancara untuk menilai motivasi, kemampuan komunikasi, serta kesiapan kandidat sebelum masuk tahap onboarding. Menurut Yanetia, CV yang relevan, minat yang jelas, dan kemauan belajar menjadi faktor kunci untuk lolos seleksi industri.

Kepala Nusa Mandiri Career Center (NCC), Muhammad Faisal, menilai keberhasilan Yanetia sebagai bukti efektivitas Program IEP 3+1 dalam menghubungkan kampus dan industri.

“Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Nusa Mandiri memiliki daya saing tinggi. Program IEP 3+1 dirancang agar mahasiswa tidak hanya kuat di teori, tetapi juga matang secara praktik dan siap menghadapi tantangan dunia kerja,” kata dia.

Hal senada disampaikan Ketua Prodi Bisnis Digital UNM, Lia Mazia. Ia menekankan relevansi kurikulum dengan kebutuhan industri digital.

“Mata kuliah seperti Copywriting dan Social Media Analyst kami rancang agar aplikatif. Kami bangga karena mahasiswa mampu menerapkannya secara nyata di dunia kerja dan memberi kontribusi di perusahaan,” kata Lia.

Keberhasilan Yanetia memperkuat komitmen UNM sebagai Kampus Digital Bisnis dalam menerapkan pendekatan link and match antara pendidikan dan industri. Melalui Program IEP 3+1, mahasiswa dibekali pengalaman kerja nyata sebelum lulus, sehingga memiliki employability yang lebih kuat di era ekonomi digital.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |