Kapal perang berbendera Amerika Serikat.
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Manajer kapal tanker MT Settebello secara terbuka menuduh Angkatan Laut Amerika Serikat bertanggung jawab atas insiden yang mengakibatkan kematian tiga awal kapal tersebut.
Dalam pernyataan publik yang dirilis oleh manajer kapal, IOS Marine F.Z.E., perusahaan tersebut menuntut pertanggungjawaban dan investigasi yang transparan atas hilangnya nyawa tiga pelaut India di atas kapal tanker tersebut.
"Situasi seputar serangan tersebut belum dijelaskan secara memadai dan bahwa keluarga dari mereka yang meninggal berhak mendapatkan jawaban yang jelas mengenai apa yang terjadi," demikian penjelasan manajer kapal, Kamis (11/6/2026).
Menurut perusahaan, insiden tersebut bukan hanya peristiwa keamanan maritim biasa tetapi sebuah tragedi dan meninggalkan konsekuensi jangka panjang bagi mereka yang terkena dampaknya.
Pernyataan tersebut juga mengatakan bahwa kapal itu mengalami kerusakan yang cukup besar, dengan biaya perbaikan yang diperkirakan akan signifikan.
Salah satu poin utama yang menjadi kontroversi ykani menyangkut apakah kapal tanker tersebut menerima peringatan apa pun sebelum tindakan militer dilakukan.
Manajer telah menolak klaim kapal mengabaikan instruksi pasukan AS. IOS Marine menegaskan bahwa tidak ada komunikasi efektif yang terjalin antara pihak AS dankapal tersebut sebelum insiden itu terjadi.
Perusahaan menantang pihak berwenang untuk secara publik mengungkapkan bukti apa pun yang mendukung pernyataan bahwa upaya kontak telah dilakukan.
Manajer selanjutnya membantah tuduhan bahwa MT Settebello memiliki hubungan dengan Iran atau terlibat dalam pengangkutan minyak Iran. Mereka menggambarkan kapal tersebut sebagai kapal dagang sipil yang terlibat dalam aktivitas komersial sah.
Perusahaan tersebut bersikeras bahwa kapal itu seharusnya diperlakukan sebagai aset non-militer yang beroperasi di perairan internasional. Pernyataan tersebut juga berupaya untuk membantah anggapan bahwa kapal tersebut telah terlibat dalam perilaku yang mencurigakan.

12 hours ago
2















































