CNN Indonesia
Senin, 13 Apr 2026 21:00 WIB
Ilustrasi pesawat maskapai Qantas dan Air New Zealand. (AFP/DAVID GRAY)
Jakarta, CNN Indonesia --
Industri penerbangan global tengah menghadapi tantangan serius, yang disebabkan lonjakan harga bahan bakar pesawat (avtur).
Harga tinggi bahan bakar tersebut terjadi karena konflik Timur Tengah, yang bermula dari serangan Amerika Serikat-Israel ke wilayah Iran pada Februari lalu dan berlangsung hingga saat ini.
Mahalnya harga avtur berimbas langsung pada kenaikan biaya operasional pesawat, sehingga saat ini maskapai global terpaksa menaikkan tarif pesawat dan membatasi penerbangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam beberapa minggu terakhir, harga avtur telah melonjak tajam, sekarang menjadi kisaran USD150-200 atau sekitar Rp2,5-3,4 juta per barel. Kondisi ini menjadi pukulan finansial bagi maskapai penerbangan karena harus mengeluarkan seperempat biaya operasi hanya untuk bahan bakar.
Merespons mahalnya harga avtur pesawat, maskapai global menaikkan tarif pesawat hingga membatasi penerbangannya untuk menjaga keberlangsungan industri.
Berikut daftar maskapai dunia yang menaikkan tarif pesawat imbas perang Iran melawan AS, mengutip Reuters.
AEGEAN AIRLINES
Akibat perang yang berlangsung dengan hujan rudal dan drone, banyak pesawat yang enggan melintas di atas langit Timur Tengah demi alasan keselamatan. Maskapai penerbangan yang berbasis di Yunani, Aegean Airlines juga menangguhkan penerbangannya ke Timur Tengah.
Pemangkasan jadwal ke sejumlah rute ini berdampak langsung pemasukan Aegean Airlines. Pada kuartal pertama tahun ini, mereka melihat kerugian finansial yang cukup signifikan.
AIRASIA X
Perwakilan maskapai penerbangan asal Malaysia, Airasia X mengungkapkan bahwa mereka telah memotong 10 persen penerbangannya ke seluruh jaringan perusahaan.
Airasia X juga menaikkan tarif penerbangan ke sebagian besar rutenya sekitar 20 persen untuk menutup biaya bahan bakar.
AIR FRANCE-KLM
Grup maskapai Air France-KLM mengungkapkan rencananya untuk menaikkan harga tiket penerbangan jarak jauh. Kenaikannya diperkirakan hingga 50 euro atau sekitar Rp1 juta untuk perjalanan pulang-pergi jarak jauh.
AIR INDIA
Maskapai penerbangan asal India, Air India dikabarkan ingin merevisi lagi biaya tambahan bakar pesawat berdasarkan jarak penerbangan. Belum ada konfirmasi seberapa besar kenaikannya, tetapi Air India mengatakan bahwa biaya tambahan untuk rute penerbangan internasional saat ini tidak menutup kenaikan harga avtur.
AIR NEW ZEALAND
Pada 7 April 2026, Air New Zealand mengatakan akan memangkas penerbangan mereka hingga Mei dan Juni. Selain itu maskapai tersebut juga mengumumkan kenaikan tarif semenjak terjadi konflik Timur Tengah.
AKASA AIR
Maskapai yang berbasis di India, Akasa Air mengumumkan biaya tambahan bahan bakar kisaran 199-1.300 rupee India atau sekitar Rp37.000-239 ribu untuk penerbangan domestik maupun internasional.
ALASKA AIR
Maskapai penerbangan yang berbasis di AS juga terkena imbas akibat perang ini. Alaska Air menaikkan tarif bagasi untuk meningkatkan pendapatan.
Bagasi (tas) pertama akan dikenakan biaya tambahan sebesar USD5 atau sekitar Rp86.000. Untuk bagasi kedua akan dikenakan biaya tambahan sebesar USD10 atau sekitar Rp171 ribu.
Kenaikan paling tinggi adalah tarif untuk bagasi ketiga, yaitu sebesar USD200 atau sekitar Rp3,4 juta. Tarif bagasi ini berlaku untuk penerbangan di rute Amerika Utara.
AMERICAN AIRLINES
Selanjutnya adalah maskapai American Airlines yang juga berbasis di AS. American Airlines akan menaikkan tarif bagasi untuk penerbangan domestik dan internasional jarak pendek.
Biaya tambahan untuk bagasi pertama dan kedua sebesar USD10 atau sekitar Rp171 ribu. Sementara untuk bagasi ketiga akan dikenakan USD150 atau sekitar Rp2,6 juta.
Maskapai ini juga telah memangkas beberapa keuntungan layanan untuk penumpang kursi ekonomi.
CATHAY PACIFIC
Maskapai yang berbasis di Hong Kong, Cathay Pacific mengumumkan kenaikan biaya bahan bakar sebesar 34 persen untuk seluruh rute penerbangannya. Kenaikan harga ini berlaku mulai 1 April 2026 dan akan dievaluasi dalam dua minggu ke depan.
CEO Cathay Pacific mengatakan maskapai akan mempertahankan kapasitas penerbangan mereka meskipun di tengah mahalnya biaya avtur. Akan tetapi pihaknya berencana mengurangi 10 persen layanan apabila permintaan menurun.
CEBU AIR
Cebu Air yang berbasis di Filipina turut konsentrasi terhadap meroketnya harga avtur. Pihaknya mengklaim akan memantau dan meninjau strategi penetapan harga di seluruh jaringan perusahaan untuk memastikan keberlangsungan maskapai.
CHINA EASTERN AIRLINES
Mulai 5 April 2026, China Eastern Airlines menaikkan biaya tambahan bahan bakar untuk penerbangan domestik.
Untuk penerbangan berjarak 800 kilometer dan di bawahnya akan dikenakan biaya tambahan sebesar 60 yuan atau sekitar Rp150 ribu. Sementara untuk penerbangan dengan jarak lebih dari 800 kilometer akan dikenakan biaya tambahan sebesar 120 yuan atau sekitar Rp300 ribu.
DELTA AIR LINES
Untuk mengimbangi kenaikan harga avtur, Delta Airlines mengurangi kapasitas penerbangannya hingga 3,5 persen dan menaikkan tarif bagasi.
Untuk bagasi pertama dan kedua akan dikenakan biaya tambahan sebesar USD10 atau sekitar Rp171 ribu. Sementara bagasi ketiga akan dikenakan biaya tambahan USD50 atau sekitar Rp856 ribu.
Laba maskapai yang berbasis di AS ini juga diperkirakan anjlok di kuartal pertama 2026, mereka juga menarik banyak penerbangan.
Add
as a preferred source on Google

5 hours ago
6

















































