Sumur Ghars, salah satu sumur bersejarah Islam di Arab Saudi.

Oleh: Laporan Jurnalis Republika Fernan Rahadi dari Madinah, Arab Saudi.
REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH — Kota Nabi di Madinah selalu menyimpan magnet spiritual dan sejarah yang mendalam bagi umat Islam, khususnya bagi jamaah haji yang sedang menunaikan ibadah di Tanah Suci. Salah satu destinasi bersejarah yang menarik perhatian adalah Sumur Ghars.
Sumur kuno ini diketahui memiliki keterkaitan sejarah yang sangat kuat dengan kehidupan Nabi Muhammad SAW sehingga menjadi salah satu tempat yang kerap dikunjungi oleh jamaah untuk menapak tilas perjuangan Islam.
Menurut sejarahnya, Sumur Ghars awalnya digali oleh seorang penduduk asli Madinah yang bernama Malik bin Nahhat, ayah dari sahabat Nabi yang bernama Sa'ad bin Khaitsamah. Sumur ini bukan sekadar sumber mata air biasa bagi masyarakat setempat pada masa itu. Sumur tersebut punya kedudukan yang sangat istimewa di hati Rasulullah.
Begitu dekatnya nilai sumur ini bagi beliau, hingga dalam beberapa riwayat, Nabi Muhammad sampai menyebut sumur tersebut sebagai bagian dari miliknya sendiri.
Kedekatan emosional dan spiritual antara Rasulullah dengan Sumur Ghars ini dibenarkan oleh Ibrohim Fadlannul Haq, seorang mutowif atau pembimbing ibadah di Madinah. Ia menjelaskan bahwa semasa hidupnya, Rasulullah sangat sering berwudhu dan meminum air yang bersumber dari sumur tersebut.
Saking istimewanya, Nabi bahkan memberikan wasiat khusus kepada sepupunya, Ali bin Abi Thalib, terkait dengan air dari Sumur Ghars ini untuk meneruskan prosesi ini setelah beliau wafat.
"Ya Ali, idza mittu faghsiluni bimiyahi min bi'ri, bi'ru Ghars. Wahai Ali, apabila aku meninggal dunia, maka mandikanlah jasadku dengan air dari sumurku. Sumur apa itu? Yaitu sumur Ghars," ujar Ibrohim Fadlannul Haq saat menirukan pesan Rasulullah kepada Ali bin Abi Thalib kepada wartawan Media Center Haji (MCH), Kamis (11/6/2026).
sumber : MCH 2026

12 hours ago
3















































