Penampilan Ara Ajisiwi saat ambil bagian dalam latihan menjelang pementasan musikal Calon Arang.(MI/Naura Putri Aflia)
GERAKAN elok dari tubuhnya tidak ada yang sia-sia, setiap langkah dan ayunan tangan membawa cerita. Indah melodi dan ombak emosi yang keluar dari sosok Calon Arang mengetuk hati mereka yang hadir menyaksikan rehearsal Musikal Calon Arang, Jumat (11/9).
Pada Jumat (11/9) malam, EKI Dance Company menyelenggarakan latihan pertama mereka dengan kostum lengkap dan tata rias bagi para pemeran. Di tengah ruangan, Calon Arang dengan kostum dan mata berwarna merah terang sembari membawa tongkat emas yang besar menjadi pusat perhatian pertunjukkan.
Gerak-gerik tubuh Calon Arang yang cepat dan tidak terduga, digabung dengan suaranya yang lantang berhasil menggambarkan karakter Calon Arang yang dikenal sebagai sosok menakutkan.
Yang menarik adalah cara Ara Ajisiwi, sutradara musikal sekaligus pemeran karakter Calon Arang, mengekspresikan sifat asli sang Calon Arang melalui lagu, dialog, dan tindakan yang ditampilkan.
Paras dan tingkah Calon Arang membuat ia terlihat menakutkan dan mengancam pada pandangan pertama, namun dialog yang ia bagikan bersama putri tercintanya dan beberapa karakter di musikal tersebut memberikan intipan di balik sifat asli Calon Arang yang protektif dan penyayang.
Keputusan Kreatif Ara dan Alim untuk Karakter Calon Arang
Adaptasi karakter Calon Arang yang bersifat unik ini merupakan pilihan sengaja oleh Ara Ajisiwi yang ditentukan secara matang. Pelajaran utama yang ingin ia sampaikan kepada penonton dengan karakter Calon Arang, adalah untuk tidak memandang dunia secara hitam putih.
“Dalam sejarah, Calon Arang kan dikenal sebagai sosok yang jahat, cuman aku percaya kalau nggak ada orang yang sepenuhnya jahat. Kita mencari the human side of Calon Arang, jadi kenapa dia melakukan hal-hal itu? And I’ve grown to love the character,” ujar Ara Ajisiwi saat rehearsal Musikal Calon Arang pada Jumat (11/9).
Diikuti oleh Alim Sudio, sang produser musikal Calon Arang yang memberikan jawaban cerminan pendapat Ara Ajisiwi ketika ditanya mengenai pilihan cerita dan karakter Calon Arang yang akan dipentaskan.
“Dari Calon Arang ini, kan issue yang diangkat adalah kita mempertanyakan siapa benar dan siapa salah sih, di dunia ini? Kita berbicara bahwa orang nggak akan bisa dilihat dari luarnya aja, kita nggak bisa menilai hati orang. Calon Arang sebenarnya mengungkapkan itu, bahwa yang dianggap orang jahat belum tentu dia dasar motivasinya mau menjahati orang lain. Begitu juga orang yang kita anggap baik belum tentu juga benar-benar baik,” tutur Alim Sudio saat rehearsal Musikal Calon Arang, Jumat (11/9).
Tantangan di Balik Produksi Musikal Calon Arang
Dalam sebuah musikal, proses perencanaan hingga proses produksi pasti ada tantangan tertentu yang harus dihadapi. Setiap perjalanan tak ada yang sempurna, begitu juga perjalanan Musikal Calon Arang ketika kita berpacu pada apa yang Alim Sudio lalui.
“Ini cukup kompleks garapannya dan butuh studio yang besar, sehingga kost produksi menjadi tantangan juga. Sayangnya untuk penonton musikal panggung masih kurang, jadi harus cari cara bagaimana meraih mereka untuk percaya bahwa ini sebuah pertunjukkan yang bagus dan menjadi pengalaman kesenian yang menarik bagi mereka,” ungkap Alim Sudio.
Dengan penuh harapan, Alim Sudio mengekspresikan keinginan besar agar para penonton memberi kesempatan kepada pertunjukkan Musikal Calon Arang yang akan digelar pada 17–20 September 2026 di Taman Ismail Marzuki (TIM). (Z-1)

















































