Logo WhatsApp(AFP/Kirill KUDRYAVTSEV)
META terus memperkuat sistem keamanan pada platform pesan instan miliknya, WhatsApp. Perusahaan teknologi raksasa ini dilaporkan tengah menyiapkan fitur baru bernama Scam Alert yang dirancang khusus untuk memerangi berbagai modus penipuan digital atau scammer yang kian marak.
Fitur Scam Alert memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial (AI) untuk membantu pengguna mengenali pesan yang berpotensi membahayakan. Saat ini, fitur tersebut masih dalam tahap pengujian beta terbatas sebelum nantinya dirilis secara global.
Cara Kerja dan Privasi Pengguna
Berbeda dengan sistem berbasis awan (cloud), Scam Alert bekerja dengan menjalankan model pembelajaran mesin (machine learning) langsung di perangkat pengguna (on-device).
Hal ini dilakukan untuk memastikan privasi tetap terjaga. Berdasarkan laporan CNET pada Kamis (13/8), Meta menjamin bahwa data percakapan tidak akan dibagikan kepada WhatsApp, Meta, maupun pihak ketiga mana pun.
Untuk menggunakan fitur ini, pengguna perlu mengaktifkannya secara manual melalui menu pengaturan. Setelah aktif, sistem akan mengunduh model AI ke perangkat dan bekerja di latar belakang untuk menganalisis pesan teks yang masuk, terutama dari pengirim yang tidak dikenal.
Mendeteksi Berbagai Modus Penipuan
AI pada fitur ini dilatih untuk mengenali pola komunikasi yang mencurigakan. Berikut adalah beberapa detail operasional fitur Scam Alert:
| Pola yang Dideteksi | Permintaan informasi pribadi, nada bicara mendesak, upaya membangun kepercayaan palsu, dan love scam. |
| Sistem Peringatan | Notifikasi peringatan muncul di layar penerima; pengirim tidak akan tahu jika pesannya ditandai. |
| Opsi Pengguna | Blokir pengirim, laporkan percakapan, abaikan peringatan, atau tandai sebagai pengirim tepercaya. |
| Peningkatan Akurasi | Pengguna dapat secara sukarela membagikan 5 pesan terakhir untuk membantu melatih model AI WhatsApp. |
Kendali Penuh di Tangan Pengguna
Meta menekankan bahwa kendali tetap berada di tangan pengguna. Jika sistem salah mendeteksi pesan dan pengguna memilih untuk mempercayai pengirim tersebut, tanda peringatan akan dihapus secara permanen untuk percakapan tersebut.
Selain itu, proses pembagian data untuk penyempurnaan AI tidak berlangsung otomatis. Pengguna harus secara aktif memberikan persetujuan sebelum data dikirimkan ke server WhatsApp untuk membantu meningkatkan akurasi deteksi di masa depan.
Hingga saat ini, Meta belum memberikan tanggal pasti kapan Scam Alert akan tersedia untuk seluruh pengguna publik. Fitur ini masih menjadi bagian dari tahap pengujian intensif guna memastikan kesiapan sistem dalam membedakan antara komunikasi sehari-hari dan upaya penipuan yang sebenarnya. (Ant/Z-1)
















































