Mossad Israel Sampai Hack Kamera Lalu Lintas demi Bunuh Khamenei

5 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Intelijen Israel, Mossad, dilaporkan meretas jaringan kamera lalu lintas di Teheran untuk melacak pergerakan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei sebelum serangan yang menewaskan pada Sabtu (28/2).

Operasi itu menjadi bagian dari rangkaian serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran di tengah meningkatnya konflik kawasan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan itu dilaporkan Financial Times pada Senin (2/3) yang mengutip dua sumber yang mengetahui masalah itu.

"Kami mengenal Teheran seperti kami mengenal Yerusalem," kata seorang pejabat intelijen Israel, dikutip Times of Israel.

"Ketika Anda mengenal suatu tempat seperti jalan tempat Anda dibesarkan, Anda dapat langsung menyadari hal kecil yang tidak biasa," tambah dia.

Laporan itu menyebut Israel telah memperoleh akses ke jaringan kamera itu sejak beberapa tahun lalu, termasuk kamera yang mengarah ke lokasi parkir kendaraan tim pengamanan Khamenei.

Melalui kamera itu, intelijen Israel menyusun data rinci mengenai para pengawal termasuk alamat tempat tinggal, jadwal kerja, serta pejabat yang mereka lindungi.

Sejumlah kamera di Iran diyakini merupakan bagian dari sistem pengawasan negara untuk mengidentifikasi demonstran dan oposisi rezim. Namun, Mossad disebut berhasil memanfaatkan jaringan itu untuk digunakan melawan pemerintah Iran.

Pada hari serangan, Israel dan AS juga dilaporkan mengganggu layanan seluler di Jalan Pasteur, Teheran, lokasi Khamenei dibunuh, sehingga upaya peringatan kepada pengawal terhambat.

Seorang pejabat mengatakan operasi itu juga menggunakan kecerdasaan buatan (AI) dan algoritma data besar untuk memetakan kepemimpinan Iran serta pergerakan mereka. Sebagian besar operasi itu dijalankan oleh Unit 8200 milik Pasukan Pertahanan Israel (IDF).

Pengumpulan data itu memungkinkan militer melacak keberadaan Khamenei dan memastikan kepada Mossad dan CIA bahwa sejumlah pejabat senior Iran berada di lokasi yang sama. CIA juga disebut memiliki sumber manusia yang memberikan intelijen tambahan.

Khamenei, yang memimpin Republik Islam sejak 1989, tewas dalam serangan udara Israel pada Sabtu. Iran kemudian menyatakan akan menggelar Majelis Ahli untuk menunjuk penggantinya.

The New York Times melaporkan AS dan Israel berencana memulai serangan pada Jumat malam, namun menunda hingga Sabtu pagi setelah muncul intelijen yang memungkinkan eliminasi Khamenei.

"Waktu serangan pada akhirnya ditentukan oleh keberhasilan intelijen yang luar biasa," tulis surat kabar itu.

CIA disebut mengetahui Khamenei akan berada di kompleks kediamannya di pusat Teheran bersama sejumlah pemimpin sipil dan militer Iran sebelum membagikan informasi itu kepada Israel untuk melancarkan serangan.

Laporan itu juga menyebut Presiden AS Donald Trump memberikan perintah resmi saat berada dalam penerbangan menuju Corpus Christi pada Jumat sore untuk menyampaikan pidato mengenai energi.

(rnp/bac)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |